emergency sign

Emergency sign ini bermanfaat untuk mempercepat proses evakuasi dalam kondisi darurat, seperti kebakaran/ ledakan, kapal tubrukan, kapal kandas, dan lainnya. Juga memberikan rute alternatif bila rute biasa tidak bisa dilewati. Sign yang biasa dipasang di pintu keluar, area tangga, atau lorong ini bisa juga digunakan untuk situasi non darurat.
Penerangan darurat dan rambu keluar memainkan peran penting dalam memastikan keselamatan dan kesejahteraan individu di berbagai fasilitas. Langkah-langkah keselamatan penting ini berfungsi sebagai panduan selama situasi kritis, memberikan penerangan penting dan jalur evakuasi yang jelas. Memahami persyaratan dan peraturan seputar penerangan darurat dan tanda keluar sangat penting untuk menjaga keamanan lingkungan.

Memahami Emergency Sign Dan Rambu Keluar
Penerangan darurat dan rambu keluar merupakan komponen penting dari sistem keselamatan yang dirancang untuk melindungi individu di berbagai fasilitas. Langkah-langkah ini mempunyai tujuan penting untuk memberikan penerangan dan panduan yang jelas selama situasi kritis, memastikan evakuasi yang aman bagi penghuninya.
Jenis Penerangan Darurat
- Pencahayaan Siaga : Pencahayaan siaga berfungsi sebagai sumber penerangan cadangan saat listrik padam. Sistem ini digunakan secara strategis di area di mana hilangnya cahaya dapat menimbulkan risiko keselamatan, sehingga memungkinkan penghuninya untuk bernavigasi dan melakukan tugas-tugas yang diperlukan hingga listrik pulih kembali.
- Penerangan Pelarian Darurat : Penerangan pelarian darurat dirancang khusus untuk menerangi rute pelarian, termasuk tangga, koridor, dan pintu keluar. Hal ini memastikan visibilitas yang jelas dan membantu individu dengan aman menavigasi menuju pintu keluar darurat yang ditentukan, memfasilitasi evakuasi yang efisien selama keadaan darurat.
- Pencahayaan Area Tugas Berisiko Tinggi : Pencahayaan area tugas berisiko tinggi berfokus pada penyediaan penerangan yang ditargetkan di area di mana aktivitas penting dilakukan. Jenis penerangan darurat ini disesuaikan dengan lokasi tertentu, seperti ruang prosedur medis atau lokasi produksi, untuk memastikan visibilitas yang memadai untuk pengoperasian yang aman.
Fungsi Exit Sign Dan Emergency Sign
Fungsi jalur evakuasi, pintu keluar darurat, dan penandaannya sangat penting bagi bangunan gedung, terutama pada saat terjadi keadaan darurat. Upaya ini dilakukan untuk menormalisasi keadaan dan mencegah atau meminimalkan cedera, kerusakan aset, serta kerugian material. Keberadaan rambu exit dan evakuasi menjadikan proses evakuasi dapat dilakukan dengan cepat dan aman sehingga semakin banyak orang yang selamat dari keadaan darurat.
Evakuasi merupakan tahapan kritis dalam menanggapi bencana atau keadaan bahaya. Terdapat dua fase yang sangat menentukan dalam proses evakuasi gedung, yaitu fase pre-evacuation dan fase movement. Fase pre-evacuation merupakan tahap sebelum pekerja meninggalkan ruangannya dan fase movement merupakan tahap pekerja mulai berjalan atau berlari menuju titik teraman atau titik kumpul (assembly point).
Pada proses evakuasi, selain kelengkapan peralatan evakuasi, kebiasaan seseorang juga sangat menentukan kesesuaian dan kecepatan proses evakuasi. Pekerja yang berjalan cepat dalam kondisi bahaya terkadang memiliki kebiasaan untuk mengikuti gerombolan orang di depannya tanpa memikirkan jalur yang ditempuh tersebut pendek atau tidak.
Saat para pekerja mengalami kepanikan, mereka tidak akan mudah dalam mencari jalan keluar. Mereka juga akan melalui familiarty route, yaitu jalan yang biasanya dilalui atau jalur yang dikenal saat keluar masuk gedung daripada mengikuti rambu exit dan evakuasi karena penghuni lebih mempercayai insting mereka. Namun, berdasarkan insting tersebut belum tentu jalur yang dilalui merupakan jalan teraman untuk dilewati.
Penandaan Sarana Jalan Keluar (Exit)
Setiap industri atau perkantoran harus memiliki prosedur untuk menghadapi keadaan darurat atau bencana, termasuk merencanakan sarana jalan keluar (exit) serta penandaannya.
Sarana exit merupakan bagian dari sebuah sarana jalan keluar yang dipisahkan dari tempat lainnya dalam bangunan gedung oleh konstruksi atau peralatan untuk menyediakan lintasan jalan yang diproteksi menuju eksit pelepasan.
Sarana exit harus direncanakan dan dibuat agar mudah dijangkau, tidak buntu pada ujungnya, tidak melewati ruangan yang mungkin terkunci seperti dapur, kloset atau ruang kerja, dan rambu menuju pintu exit dan titik kumpul harus jelas dan mudah dilihat.
Sarana exit harus bebas dari barang-barang yang dapat mengganggu kelancaran evakuasi dan mudah dicapai. Sarana exit terdiri dari tiga bagian:
Akses eksit (Exit Access)
Akses eksit merupakan bagian dari sarana evakuasi yang mengarah ke pintu eksit.
Eksit (Exit)
Eksit merupakan bagian dari sarana evakuasi yang dipisahkan dari area lainnya dalam bangunan gedung oleh konstruksi atau peralatan yang menyediakan lintasan jalan terproteksi menuju eksit pelepasan.
Eksit Pelepasan (Exit Discharge)
Eksit pelepasan merupakan bagian dari sarana evakuasi antara batas ujung eksit dan jalan umum yang berada di luar bangunan gedung untuk evakuasi pada saat terjadi keadaan darurat.


Baca Juga
Pentingnya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
Pentingnya Seorang HSE di Sebuah Perusahaan
6 Langkah Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko Sesuai Standar OSHA
Pentingnya K3 Dalam Lingkup Kerja Permesinan
7 Poin Penting Tentang Izin Kerja (Work Permit) yang Harus Diketahui Pekerja dan Supervisor