Selamat dari Jeratan Derek Liar

23 Desember 2010

2 orang tim pemasang Safety Sign kami dan seorang supir melaju di jalan tol dengan mobil pick up mereka menuju arah Bandung setelah selesai melakukan pemasangan Safety Sign di sebuah perusahaan. “Api api, knalpotnya keluar api mas, minggirkan dulu mobilnya”, teriak sebuah mobil derek liar (bukan milik Jasa Marga) yang melintas disamping mobil tim kami. Kaget bercampur heran, mobil pick up tim kami menepi di jalan tol. Mobil derek liar menghampiri lalu keluar dua orang. Salah satu dari mereka mulai mengkotak katik mobil dan satu orang lagi mengalihkan perhatian dengan mengajak ngobrol supir. Kemudian orang yang sudah memeriksa mesin berkata bahwa mobil kami baik baik saja. Masuklah sopir kembali ke mobi pick up dan tiba tiba saja mobil tidak bisa di hidupkan. 2 orang dari mobil derek liar tersebut kembali mendekat dan dengan cepat tanpa banyak bicara langsung menderek mobil pick up kami. Anehnya mobil pickup diderek keuar tol bukan menuju bengkel malah menuju markas mereka di kawasan Cililitan. Seperti kondisi sedang disandera, tim kami dikelililingi oleh kelompok derek liar itu yang memaksa untuk minta bayaran sebesar Rp 1.900.000. Dengan ketakutan, tim kami menelepon kantor agar bisa di transfer uang sejumlah Rp 1.500.000 yang merupakan harga setelah nego. Karena ingin melaporkan lokasi dan peristiwa itu ke Polisi, kami berusaha memancing agar si kelompok derek liar menyebutkan alamatnya dengan cara mengatakan bahwa uang akan kami kirim secara cash langsung ke markas derek liar melalui rekan kita dari Jakarta. Mereka berusaha menghindar seperti tidak mau dikunjungi. Untuk keselamata tim kami, akhirnya perusahaan langsung saja mentransfer uang tersebut setelah minta jaminan agar segera tim kami bisa pulang. Akhirnya tim pulang dengan selamat.Mudah mudahan peristiwa semacam itu tidak menimpa Anda.

Sebagaimana dikutip dari Tribunnews dan dari sumber lainnya, berikut ini beberapa tips dari Humas Polda Metro Jaya dan sumber sumber lainya untuk menghindari derek liar yang menghampiri sewaktu menunggu petugas resmi atau mobil patroli polisi :

1. Kalau mesin masih bisa menyala (misal mobil mogok karena hal lain seperti kopling jeblos dll), sebaiknya kita tetap di dalam mobil. Kita dapat mengatakan kalau mesinnya baik-baik saja, cuma menunggu panas atau menunggu dingin seperti kebanyakan kasus mobil Eropa.

2. Kalau mesin mati, buka kap, pintu mobil kunci, kita dapat berpura-pura menggoyangkan kabel busi saja. Kita dapat mengatakan kalau cuma masalah kabel busi yang longgar, sebentar lagi beres, sampai petugas resmi datang. Derek liar biasanya langsung kabur begitu ada petugas resmi atau patroli polisi.

3. Hindari mengendarai mobil terlalu pinggir dengan kecepatan yang terlalu lambat.

4. Jauhi mobi derek liar yang kebetulan berada di dekat Anda.

5. Apabila mereka mendekati , terus awasi dan jangan biarkan memeriksa atau menyentuh mesin mobil Anda.

6. Usahakan berkendaraan minimal ditemani seseorang

7. Catat no darurat seperti Polisi atau Jasa Marga sehingga bisa dihubungi dalam kondisi tersebut.

 

Anda memiliki tips tips lainnya ?. Ayo berbagi bersama kami. Tetaplah wasapada selama melaju di Jalan Tol.

 

Salam safety

Sumber: www.safetysign.co.id

(Silahkan membagikan artikel ini dengan syarat mencantumkan sumber aslinya)

By Widi Safari