Perencanaan Tanggap Darurat: Poin Penting Dalam Membuat Peta Evakuasi Gedung

8 Mei 2019

Perencanaan tanggap darurat di sebuah bangunan gedung minimal harus mencakup, salah satunya, prosedur evakuasi dan perencanaan rute keluar, seperti floor plan, peta evakuasi, dan area tempat berlindung (refuge area).  ΜΆ  OSHA

Bencana memang sesuatu yang tidak dapat dihindari akan tetapi dapat diminimalkan tingkat kerugian maupun korbannya. Risiko korban dan kerugian dapat dihilangkan atau dikurangi dengan cara memberikan informasi yang tepat pada penghuni gedung ketika bencana terjadi.

Dapat Anda bayangkan ketika bencana kebakaran terjadi, penghuni gedung tidak tahu di mana posisi api. Akibatnya apabila penghuni memilih jalan yang salah dalam penyelamatan diri, penghuni dapat mendekati titik api dan akhirnya tidak bisa keluar, terjebak di dalam gedung.

Tidak sedikit penghuni gedung yang belum mengetahui atau memperhatikan denah ruang, pintu darurat, dan pintu keluar. Meski sudah diberi pelatihan, kadangkala penghuni gedung memiliki kecenderungan menjadi bingung dan tidak bisa berpikir dalam menyelamatkan dirinya sendiri.

Dalam kondisi panik dan lingkungan yang tidak normal, penghuni gedung dapat mengalami kesulitan dalam menemukan jalur evakuasi yang aman dan cepat. Penghuni juga biasanya akan melalui familiarty route, yakni jalan yang biasanya dilalui atau jalur yang dikenal saat keluar-masuk gedung, daripada mengikuti arah rambu K3 evakuasi

Baca juga artikel ini:

Fakta Penting Tentang Penggunaan APAR

Kebakaran Paberik Cokelat Hingga PRJ Bukti Lemahnya Penerapan Prosedur Keselamatan Kebakaran

Dalam hal ini sarana evakuasi memegang peranan penting saat terjadi keadaan darurat, salah satunya peta evakuasi. Meskipun dalam proses evakuasi terdapat petugas-petugas evakuasi yang akan mengarahkan penghuni gedung menuju titik kumpul (assembly point). Peta evakuasi akan membantu petugas-petugas tersebut dalam mengarahkan penghuni gedung dalam proses evakuasi ataupun memudahkan para penghuni gedung untuk melakukan penyelamatan diri.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) menyatakan, paling tidak perencanaan tanggap darurat sebuah bangunan gedung harus mencakup prosedur evakuasi dan perencanaan rute keluar, seperti floor plan, peta evakuasi, dan area tempat berlindung (refuge area).

Peta Evakuasi, Mengapa Penting?

Selain memasang rambu jalur evakuasi, setiap pengelola gedung juga diharuskan memasang peta evakuasi atau diagram evakuasi. Peta evakuasi bermanfaat sebagai alat visual yang efektif untuk mengomunikasikan informasi penting tentang perencanaan tanggap darurat sebuah gedung.

Peta evakuasi ini sangat penting untuk memudahkan proses evakuasi penghuni ke tempat yang lebih aman selama keadaan darurat. Peta evakuasi sedikitnya harus mencakup lokasi pintu keluar, titik kumpul, dan peralatan darurat (seperti APAR, kotak P3K, spill kit, dll.) yang mungkin diperlukan dalam keadaan darurat.

Hingga saat ini, regulasi yang secara khusus mengatur tentang standar pembuatan peta evakuasi memang belum ada, misalnya tentang kode warna apa yang digunakan, di mana penempatannya, bahasa apa yang digunakan, atau elemen lain yang mungkin terdapat dalam peta. Jadi dalam pembuatannya, peta evakuasi biasanya diberi kode warna dan menggunakan panah untuk menunjukkan jalan keluar yang sudah ditentukan sesuai kebijakan perusahaan. 

Panduan Membuat Peta Evakuasi Bangunan Gedung

Dalam membuat peta evakuasi yang tepat, Anda harus memperhatikan beberapa poin berikut :

  1. Buat peta evakuasi lebih sederhana

Semakin cepat dan mudah penghuni gedung melihat peta evakuasi dan mencari tahu apa yang mereka perlukan dalam keadaan darurat, itu semakin baik. Hindari membuat peta evakuasi yang rumit dan terlalu detail. Peta yang dibuat lebih sederhana akan memudahkan dan mempercepat proses evakuasi. Anda hanya perlu menampilkan elemen-elemen peta evakuasi yang diperlukan saja.

Gunakan kombinasi warna hitam dan putih untuk menggambarkan tata letak dasar bangunan berdasarkan lantai yang akan dibuat peta evakuasi (dinding, pintu, dll.). Sorot elemen-elemen penting pada peta (seperti rute evakuasi, pintu keluar, lokasi APAR, dll.) menggunakan warna kontras. Elemen-elemen ini harus ditunjukkan dengan menggunakan simbol sederhana dan bahasa yang mudah dipahami.

  1. Elemen-elemen peta evakuasi

Selain menunjukkan rute keluar, peta evakuasi juga harus mencakup elemen-elemen di bawah ini:

  • Lokasi penghuni/pengunjung gedung berada, diberi teks "Anda Berada di Sini"/ “You Are Here”
  • Rute evakuasi utama dan alternatif
  • Pintu keluar
  • Rute evakuasi dengan akses kursi roda
  • Lokasi APAR
  • Lokasi alarm kebakaran
  • Lokasi P3K dan Automated External Defibrillators (AED)
  • Lokasi APD
  • Lokasi spill kit
  • Lokasi telepon dan nomor kontak darurat
  • Lokasi panel listrik
  • Tempat kumpul setelah evakuasi.

Anda juga bisa menambahkan elemen penting lainnya sesuai kebutuhan dalam perencanaan tanggap darurat. Anda dapat menambahkan elemen-elemen tertentu, misalnya statsiun pencuci mata darurat, tangga yang mengarah keluar gedung, dan peralatan darurat lainnya yang mungin spesifik untuk industri atau bisnis Anda.

  1. Tempatkan peta evakuasi di dalam gedung dengan area lalu lintas tinggi

Sangat penting untuk membuat peta evakuasi yang jelas dan mudah dibaca. OSHA menyatakan ketika membuat peta evakuasi, pengelola gedung harus memasangnya di lokasi yang mudah dilihat atau ditemukan agar semua penghuni dapat melihatnya. Anda dapat memasang peta evakuasi di area di mana rute keluar tidak terlihat atau dekat pencahayaan darurat.

Poin Penting Pembuatan Peta Evakuasi

  • Identifikasi titik awal dengan menampilkan kata-kata "Anda Berada di Sini". Letak elemen tersebut akan berbeda-beda sesuai lokasi peta evakuasi dipasang.
  • Tambahkan elemen kompas di salah satu sudut peta evakuasi yang menunjukkan utara dengan huruf "U".
  • Tandai jalur keluar yang tersedia dimulai dari titik awal. Tandai pintu keluar atau tangga eksit dengan kata "Keluar"
  • Tampilkan lokasi alat pemadam kebakaran dan alarm kebakaran dengan simbol dan teks yang mudah dimengerti
  • Identifikasi titik kumpul yang aman setelah proses evakuasi.

Salam safety!