10 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dilakukan Safety Manager Dalam Menerapkan K3 Di Perusahaan

12 Januari 2017

Leaders become great, not because of their power, but because of their ability to empower others.   John Maxwell

Seberapa penting peran safety manager dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3)? Apa yang harus dilakukan seorang safety manager agar penerapan K3 lebih efektif? Benjamin O. Alli dalam bukunya yang berjudul Fundamental Principles of Occupational Health and Safety menyatakan bahwa komitmen dan keseriusan manajemen (manajemen puncak dan tim manajemen) dalam mengutamakan K3 merupakan hal terpenting yang menentukan kesuksesan program K3 di sebuah perusahaan.

 

Seorang safety manager atau supervisor harus menjadi pemimpin dalam hal keselamatan di tempat kerjanya. Seorang pemimpin keselamatan harus mampu mengajak orang lain untuk berubah dan menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama dalam organisasi. 

 

 

Maka dari itu, seorang safety manager atau supervisor harus memiliki kepemimpinan keselamatan (safety leadership) yang baik. Tidak terbatas pada kekuatan (power) saja, tetapi lebih dari itu. Hal ini dapat dilihat dari kepeduliannya terhadap keselamatan, perhatiannya terhadap keselamatan, dan tindakan nyatanya dalam menyikapi isu-isu keselamatan.

Berikut 10 kebiasaan yang sebaiknya dilakukan safety manager dalam menerapkan K3 di perusahaan:

 

1. Memberi pujian kepada karyawan yang telah menerapkan perilaku aman di tempat kerja

Jangan sungkan memberi pujian kepada karyawan Anda. Pada dasarnya setiap orang akan senang mendengarkan pujian termasuk bawahan Anda. Menurut penelitian, perkataan positif atas perilaku baik lebih efektif daripada hukuman atas perilaku buruk dalam membangun kepedulian karyawan terkait K3.

Kata-kata pujian yang tepat dapat memberikan semangat kerja dan memotivasi mereka agar berperilaku aman di tempat kerja, bekerja aman sesuai prosedur, dan bekerja lebih baik lagi. Memberikan pujian berupa motivasi juga merupakan salah satu cara mengubah perilaku yang dapat membantu karyawan agar selalu mengutamakan K3 dalam melaksanakan pekerjaannya. 

 

2. Menumbuhkan kesadaran karyawan bahwa keselamatan kerja adalah tanggung jawab bersama

Menanamkan sikap bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab setiap karyawan dan departemen K3 merupakan sebuah fasilitator untuk menumbuhkan kesadaran pada diri individu akan pentingnya keselamatan kerja.  Dengan tumbuhnya kesadaran tersebut diharapkan karyawan tidak hanya menjadikan keselamatan kerja sebagai kewajiban saja, tetapi juga sebagai kebutuhan. Pandangan inilah yang paling penting dalam keberhasilan penerapan keselamatan kerja, yang akan mendorong keselamatan kerja berubah menjadi sebuah kebudayaan (safety culture).

 

3. Melibatkan karyawan dalam implementasi K3

Pemimpin yang memiliki sistem manajemen K3 modern lebih mengutamakan keterlibatan karyawan atau dikenal dengan "bottom up involvment". Melibatkan, memberdayakan dan mendorong karyawan dalam penerapan K3 ternyata dapat menimbulkan rasa tanggung jawab mereka untuk selalu mengutamakan K3 dalam pekerjaannya. Para karyawan merasa dihargai dengan keterlibatan mereka dalam implementasi K3 di perusahaan.

Motivasi karyawan juga akan terbangun apabila mereka diberi kesempatan untuk menyampaikan ide, gagasan, atau saran yang membangun bagi pengembangan program K3 perusahaan. Jadi, dengarkan dan respons setiap pertanyaan, keluhan, saran dan kritik yang karyawan Anda sampaikan. Terjalinnya komunikasi dua arah antara safety manager dengan karyawan memberikan kemudahan implementasi K3 di perusahaan. Keaktifan karyawan dapat mencerminkan kepedulian mereka mengenai penerapan K3 di tempat kerja.

 

4. Memberi penghargaan atas partisipasi karyawan dalam penerapan K3

Tentu Anda pernah mendengar kalimat “reward yourself”, namun jangan lupa lakukan “reward your team”. Seorang safety manager sudah seharusnya melakukan hal ini sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi para karyawan dalam penerapan K3 di perusahaan. Sama halnya seperti pujian, penghargaan atau reward juga menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kinerja dan memotivasi karyawan agar bekerja lebih baik lagi. 

Namun, penghargaan di sini bukan terkait pemberian bonus dalam bentuk materi atau hadiah lainnya, tetapi dalam bentuk sertifikat atau hadiah kecil untuk pekerja yang telah melakukan pekerjaan dengan baik dengan menerapkan K3. Yang terpenting bukanlah harga dari pemberian, namun mereka merasa dihargai oleh Anda sebagai atasan sehingga untuk ke depannya mereka akan bekerja lebih baik lagi dan mengutamakan keselamatan dalam setiap pekerjaannya.

 

5. Menjadi contoh suri teladan bagi karyawan Anda

Seeing is believing. Orang lebih percaya kepada matanya daripada telinganya.

Motivasi karyawan dibangun berdasarkan pada contoh suri teladan. Motivasi karyawan biasanya akan muncul setelah ia melihat adanya contoh keteladanan yang baik dari seorang atasan. Keteladanan meliputi keteladanan sikap, moral, kinerja, kecerdasan, dan sebagainya. Jenis keteladanan inilah sangat diutamakan dalam penerapan K3 dan membangun budaya keselamatan dalam suatu organisasi.

Safety manager harus memberi contoh nilai-nilai keselamatan, yang ditunjukkan dalam perilaku dan tindakan serta etika kerja untuk meningkatkan keselamatan. Anda harus menunjukkan kepedulian dan keteladanan yang tinggi melalui keterlibatan langsung dalam program keselamatan yang ditetapkan.

 

6. Melakukan investasi dengan berbagi pengetahuan pada karyawan

Mungkin kita semua tahu bahwa pemimpin yang hebat memiliki segudang ilmu pengetahuan dan pengalaman. Dengan demikian, pimpinan dapat berperan menjadi guru bagi para karyawannya, untuk membekali dan meningkatkan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan kerjanya.  Sangat penting bagi safety manager untuk melakukan transfer ilmu kepada karyawannya. 

Ini menjadi sesuatu hal yang tampaknya kecil, namun bisa berarti besar bagi karyawan Anda. Misalnya Anda meminjamkan video pelatihan keselamatan untuk mereka bawa pulang atau dengan memberikan pelatihan langsung kepada karyawan juga merupakan ide yang baik.  Hal ini akan berpengaruh besar bagi perusahaan dalam jangka panjang. Dengan adanya pelatihan dan  bertambahnya pengetahuan karyawan mengenai keselamatan, karyawan Anda pun dapat melakukan pekerjaan lebih efisien dan aman.

 

7. Melakukan peningkatan dan perbaikan program K3 secara berkelanjutan

Pemimpin yang kompeten selalu memiliki rencana yang jelas untuk meningkatkan kinerja K3 di perusahaan. Meski sistem K3 yang sekarang dijalankan sudah efektif dalam menekan angka kecelakaan, pemimpin akan terus mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem yang ada dan melakukan perbaikan berkelanjutan untuk meningkatkan performa K3. Tujuannya tak lain untuk membangun sebuah budaya K3 di perusahaan.

Pemimpin bersama tim manajemen akan menyusun sebuah kebijakan dan peraturan K3 yang jelas dan tegas untuk memastikan para pekerjanya bekerja dengan aman dan selamat. Pemimpin juga harus turun tangan langsung melakukan penilaian dan analisa apakah standar yang diberlakukan sudah berjalan dengan baik atau belum. Termasuk dalam hal identifikasi bahaya dan pengendaliannya untuk meminimalkan dan menghindari kecelakaan kerja.

 

8. Melakukan pemantauan dan inspeksi lapangan secara berkala

Dari banyaknya aspek manajemen, pemantauan dan inspeksi lapangan merupakan salah satu aspek yang relatif sering diabaikan. Padahal melakukan pemantauan dan inspeksi lapangan sangat penting untuk meningkatkan aspek keamanan kerja, kualitas lingkungan kerja, hingga meningkatkan keharmonisan hubungan antara atasan dengan bawahan.

Luangkan waktu untuk melakukan kunjungan setidaknya ke satu area pabrik atau satu bagian di perusahaan per harinya untuk memperlihatkan bahwa Anda memiliki komitmen dan kepedulian tinggi mengenai keselamatan. Menjalin komunikasi dua arah secara langsung juga memungkinkan karyawan Anda lebih terbuka dalam menyampaikan pendapatnya mengenai pekerjaan mereka. Hal ini dapat Anda jadikan kesempatan untuk mengetahui program K3 yang diimplementasikan berjalan efektif atau tidak, sehingga Anda dapat mencari solusi dan perbaikan untuk penerapan K3 yang lebih baik.

 

9. Menjaga keterbukaan dengan karyawan Anda

Karakter pemimpin seperti ini yang biasanya disenangi tim manajemen dan para karyawan. Meskipun ia berada di posisi manajemen puncak, ia tidak ragu untuk bersifat terbuka (transparan) atau meminta pendapat dari timnya. Karakter ini menunjukkan bahwa pemimpin menghargai dan mempercayai mereka untuk proaktif menerapkan K3 dalam setiap pekerjaan.

 

10. Mencoba belajar sesuatu yang baru setiap hari

Salah satu kekuatan menerapkan keselamatan kerja adalah memiliki ilmu pengetahuan keselamatan. Pemimpin keselamatan yang sukses adalah pemimpin yang berprestasi dan dapat dibanggakan oleh karyawannya. Maka ia selalu berusaha meningkatkan pengetahuan dan pengalamannya dalam membangun kepribadian diri, yang mengutamakan aspek keselamatan.

Cobalah untuk mempelajari sesuatu yang baru setidaknya sekali per hari. Misalnya, membaca artikel keselamatan kerja, mengikuti seminar keselamatan, bergabung dengan komunitas K3,  mengadakan pertemuan dan menjalin hubungan dengan rekan-rekan safety manager atau supervisor lainnya.

*             *             *

Di perusahaan, suksesnya penerapan K3 tergantung pada komitmen dari pimpinan. Komitmen pemimpin yang menjadikan keselamatan sebagai prioritas tidak bisa hanya tertuang dalam kebijakan atau dalam bentuk ucapan saja, namun harus dibuktikan dalam tindakan nyata dengan menyediakan waktu, dana, dan tanggung jawab dalam pelaksanaannya.

 

 

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
19 Juli 2018
Keselamatan Bekerja Sendirian (Lone Worker), Pahami Bahaya dan Pengendaliannya!
Pada dasarnya, setiap pengurus memiliki tanggung jawab untuk melindungi seluruh pekerja terlepas dari apakah mereka bekerja didampingi rekan kerja lain atau sendirian (lone worker)

12 Juli 2018
SAFETY STORY: Jay dan Lift yang Terjatuh
Kali belum merasa belum puas dengan jawaban yang dilontarkan Jay. Penjelasan itu dirasa terlalu singkat untuk mendeskripsikan sebuah kejadian penyelamatan diri dari kecelakaan yang tidak bisa dianggap biasa-biasa saja, bahkan cenderung mengerikan.

5 Juli 2018
SAFETY STORY: Satu Orang Seenaknya, Semua Kena Imbasnya
Sumber ledakan berasal dari tempat pengisian tabung gas oksigen. Firman, salah satu dari tiga pekerja yang saat itu bertugas mengisi oksigen pada tabung gas bertekanan tersebut diduga telah melakukan prosedur yang tidak sesuai.

28 Juni 2018
SAFETY STORY: Sekali Hilang, Lenyap untuk Selamanya
Bekerja di sebuah bengkel mesin untuk memperbaiki dan membuat kapal, membuat Yudha bekerja di antara bahaya kebisingan yang besar. Setiap saat dia terpapar kebisingan dari berbagai mesin dan alat kerja dengan intensitas lebih dari 85 dBA selama hampir delapan jam dalam sehari.

21 Juni 2018
SAFETY STORY: Oleh-oleh Lebaran untuk Bajang
Tiba-tiba Bajang merasa sangat lemas. Beberapa detik kemudian, Bajang terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan-rekan kantor langsung membawanya ke rumah sakit.