10 Langkah Efektif Mencegah Bahaya Terpeleset, Tersandung, dan Terjatuh di Tempat Kerja

29 Oktober 2018

Terpeleset, tersandung, dan terjatuh mengakibatkan lebih dari 300.000 pekerja mengalami cedera setiap tahunnya atau rata-rata satu pekerja mengalami cedera setiap dua menitnya.─ Occupational Safety and Health Administration (OSHA) dan National Safety Council (NSC)

Terpeleset (slip), tersandung (trip), dan terjatuh (fall) mungkin terlihat bukan masalah besar, namun ketiganya menyumbang insiden yang cukup banyak dan fatal di tempat kerja.

Di Amerika Serikat, kecelakaan akibat terpeleset, tersandung, dan terjatuh menyumbang 15% kematian tidak disengaja, menempati urutan kedua setelah kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor.

Dampak yang ditimbulkan akibat terpeleset, tersandung, dan terjatuh tidak pernah sederhana. Tidak hanya mengakibatkan luka ringan, cedera serius/ fatal hingga kematian bagi pekerja, namun juga mengakibatkan kerugian ekonomi bagi perusahaan.

Maka sangat penting bagi manajemen dan pekerja untuk memahami bagaimana terpeleset, tersandung, dan terjatuh dapat terjadi serta bagaimana cara menghilangkan atau meminimalkan bahaya tersebut di tempat kerja.

 

Apa itu terpeleset, tersandung, dan terjatuh?

 

Terpeleset

     

Rambu K3 Bahaya Terpeleset

 

Terpeleset terjadi karena kurangnya gesekan atau traksi antara alas kaki yang pekerja gunakan dan permukaan lantai. Penyebab umum terpeleset, di antaranya:

  • Tumpahan di lantai kerja
  • Permukaan lantai yang basah atau berminyak
  • Bahan-bahan kering yang jika tercecer dapat menyebabkan lantai kerja menjadi licin, seperti debu, tepung, pasir, serbuk kayu, dan sebagainya.
  • Alas kaki licin
  • Bahaya yang terbentuk akibat cuaca, seperti genangan air, salju, dll.

 

Tersandung

Rambu K3 Bahaya Tersandung

 

Tersandung terjadi ketika kaki menabrak sebuah benda dan pada saat bersamaan tubuh tetap bergerak, sehingga mengakibatkan pekerja kehilangan keseimbangan. Penyebab umum tersandung, di antaranya:

  • Material yang melintang di area lantai kerja, seperti kabel, selang, kawat, atau benda lain
  • Pencahayaan yang buruk
  • Permukaan lantai kerja tidak rata, misalnya adanya karpet, perbedaan atau pergantian ketinggian permukaan lantai
  • Tangga yang rusak atau ketinggian anak tangga yang tidak sama.

 

Terjatuh

Rambu K3 Bahaya Terjatuh 

 

Terjatuh dapat terjadi di level yang sama atau terjatuh ke level yang lebih rendah. Terjatuh terjadi ketika pekerja kehilangan keseimbangan akibat terpeleset atau tersandung.

 

 

Siapa yang bertanggung jawab melakukan pencegahan bahaya terpeleset, tersandung dan terjatuh?

Manajemen memiliki tanggung jawab penting untuk melindungi keselamatan dan kesehatan para pekerjanya. Upaya manajemen dalam melindungi pekerja salah satunya adalah dengan mengembangkan program pencegahan bahaya yang ada di tempat kerja. Manajemen dapat mengembangkan langkah-langkah pencegahan melalui pelaksanaan tata graha yang baik, memasang rambu-rambu K3, hingga pelatihan untuk pekerja.

Namun perlu Anda ketahui, dalam pencegahan bahaya ini, manajemen tidak dapat memaksa pekerjanya untuk tetap fokus dan konsentrasi selama bekerja, tetapi manajemen dapat membantu para pekerja untuk memahami bagaimana perilaku atau kondisi mereka bisa mempengaruhi keselamatan mereka sendiri.

Sumber: asse.org

Dalam hal ini, pekerja juga memiliki tanggung jawab yang sama seperti manajemen. Pekerja bertanggung jawab atas keselamatan mereka sendiri. Manajemen dapat membantu menumbuhkan tanggung jawab pekerja dengan mengubah kebiasaan, menumbuhkan kesadaran dan memberikan pelatihan.

Pelatihan dapat mendorong pekerja untuk membangun perilaku aman dan sama-sama bertanggung jawab dalam mengurangi frekuensi kecelakaan kerja akibat terpeleset, tersandung, dan terjatuh.

Tanggung Jawab Perusahaan

Tanggung Jawab Pekerja

Memberikan pelatihan

Berpartisipasi aktif dalam pelatihan

Memelihara kondisi area kerja

Melaporkan isu pemeliharaan terkait kondisi di area kerja

Mengembangkan kebijakan/ prosedur

Mematuhi kebijakan/ prosedur

Membuat prosedur tata graha  yang baik (good housekeeping)

Mematuhi atau menerapkan prosedur tata graha  yang baik (good housekeeping)

Membangun budaya keselamatan di perusahaan

Terlibat dalam membangun budaya keselamatan di perusahaan

Selalu mengingatkan pekerja tentang pentingnya keselamatan pejalan kaki atau saat berada di jalur kendaraan

Memperbaiki perilaku tidak aman/ kebiasaan saat berjalan kaki, serta menjadikan keselamatan sebagai prioritas

 

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh di tempat kerja?

Menurut OSHA, bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh merupakan masalah serius bagi pekerja dan perusahaan, namun risikonya dapat diminimalkan dengan 10 langkah pencegahan berikut ini:

Sumber: cablesafe.com

 

1. Gunakan alas kaki yang tepat

Cara ini cukup sederhana, namun sering kali terabaikan. Dalam hal ini, pengusaha wajib menyediakan sepatu keselamatan yang tepat sesuai kondisi area kerja. Pastikan alas kaki memiliki fitur anti licin, nyaman dan pas digunakan pekerja.

 

2. Pasang pelapis lantai

Periksa lantai yang tidak rata dan rusak. Ganti segera apabila diperlukan. Pertimbangkan untuk memasang pelapis lantai anti slip atau mengganti pelapis lantai yang sudah aus. Hal ini dapat mencegah bahaya terpeleset, terutama di area yang terdapat banyak debu dan gemuk.

 

3. Jaga area kerja tetap bersih, rapi, dan aman

Pastikan Anda menerapkan tata graha (housekeeping) yang baik di tempat kerja. Pastikan lantai kerja tetap kering dan bersih. Segera bersihkan permukaan yang basah atau terdapat tumpahan. Letakkan barang atau peralatan kerja sesuai posisi yang telah ditetapkan.

 

Poster K3 Work Area Management

 

Buatlah demarkasi yang membedakan jalur pekerja dan area penumpukan barang. Rapikan kabel-kabel yang melintang dan beri pelindung untuk meminimalkan risiko tersandung. Pastikan semua area jalan bebas dari halangan apa pun.

 

4. Pastikan area kerja memiliki pencahayaan yang baik

Penyediaan pencahayaan yang baik di area kerja dan area pejalan kaki perlu dilakukan agar pandangan lebih jelas. Selain meminimalkan kecelakaan kerja, pencahayaan yang baik juga dapat berdampak baik pada peningkatan produktivitas, efisiensi kerja, dan pengurangan kesalahan kerja. 

 

5. Pasang tanda peringatan atau alat pengaman

Pemasangan tanda peringatan, barikade, atau alat pengaman lainnya dimaksudkan untuk membatasi akses ke area yang menimbulkan kemungkinan bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh.

 

6. Memasang floor marking di area lorong

Pasang floor marking (penandaan pada lantai) di lorong-lorong untuk memberi tahu dimana letak area pejalan kaki, pintu dan tangga. Jaga area lorong tetap bersih, mendapat pencahayaan yang cukup dan jalur bebas dari halangan apa pun.

 

7. Memasang rambu K3 terpeleset, tersandung dan terjatuh

Memasang rambu K3 dapat membantu mengingatkan pekerja akan bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh yang terdapat di area kerja dan mengingatkan pekerja agar selalu berhati-hati saat melakukan aktivitas di area yang berpotensi menimbulkan bahaya-bahaya tersebut.

Rambu K3 Terpeleset, Tersandung, dan Terjatuh 

 

8. Gunakan alat pelindung jatuh yang tepat dan memadai

Sistem perlindungan bahaya jatuh adalah komponen yang penting dalam perencanaan pencegahan bahaya terjatuh. Pastikan pekerja menggunakan alat pelindung jatuh yang tepat dan peralatan dalam kondisi baik saat bekerja di ketinggian.

 

9. Periksa tangga atau perancah sebelum bekerja di ketinggian

Sebelum menggunakan tangga atau perancah, periksa kelayakan peralatan tersebut sebelum digunakan. Inspeksi harus dilakukan oleh pekerja yang kompeten dan terlatih.

Lakukan pemeriksaan visual dan menyeluruh pada tangga atau perancah. Jika tangga atau perancah tidak layak pakai, pasang rambu K3 untuk memberi tahu pekerja lain bahwa peralatan tersebut tidak dapat digunakan/ sedang diperbaiki.

 

10. Berikan pelatihan kepada pekerja mengenai bahaya terpeleset, tersandung dan terjatuh

Seperti jenis bahaya lainnya, bahaya terpeleset, tersandung dan terjatuh juga menjadi fokus penting dalam pelatihan keselamatan untuk pekerja. Pastikan semua orang yang berada di area kerja, mengenali dan memahami pencegahan bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh serta mereka menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dengan benar (bila diperlukan).

 

Penting!

1. Kebanyakan bahaya terpeleset, tersandung, dan terjatuh dapat dicegah

2. Selalu waspada setiap bahaya, seperti kondisi tangga yang tidak aman, permukaan lantai yang basah dan licin, serta pencahayaan yang buruk.

3. Segera perbaiki setiap bahaya yang Anda temukan atau laporkan potensi bahaya tersebut ke supervisor Anda.

 

 

Semoga Bermanfaat, Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
31 Oktober 2018
SAFETY STORY: Guna Alat Pelindung Kepala
Di tempat kerja yang tinggi potensi bahaya, maut itu ibarat harimau yang kelaparan di tengah hutan. Dia siap menerkam siapa saja yang lengah walau sesaat.

25 Oktober 2018
SAFETY STORY: Lakukan Manual Handling dengan Benar
Sobri yang sampai saat ini belum masuk kerja, dua hari yang lalu mengalami cedera di bagian punggung bawah akibat mengangkat barang dengan cara yang tidak tepat. Yang membuatnya makin parah, barang yang dibawanya juga melebihi batas berat barang yang boleh diangkat seseorang.

22 Oktober 2018
7 Kesalahan Fatal Penerapan LOTO yang Bisa Membahayakan Nyawa Pekerja
Program lockout/tagout (LOTO) yang diterapkan sesuai standar bisa mencegah 120 korban jiwa dan 50.000 cedera pada pekerja setiap tahunnya. − Occupational Safety and Health Administration (OSHA)

18 Oktober 2018
SAFETY STORY: Belajar Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basuh tangan, tuangkan sabun, dan gosok telapak tangan sambil meratakan sabun ke seluruh permukaan tangan. Kedua, gosok bagian punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari.

11 Oktober 2018
Tidak Boleh Asal Pakai, Ini Cara Tepat Menggunakan Earmuff!
Dibanding earplug, earmuff dapat memberikan perlindungan lebih besar dan lebih konsisten. Dari segi penggunaan, earmuff lebih mudah digunakan dan disesuaikan, umumnya lebih tahan lama daripada earplug.