7 Kesalahan Fatal Penerapan LOTO yang Bisa Membahayakan Nyawa Pekerja

22 Oktober 2018

Program lockout/tagout (LOTO) yang diterapkan sesuai standar bisa mencegah 120 korban jiwa dan 50.000 cedera pada pekerja setiap tahunnya. Occupational Safety and Health Administration (OSHA)

Sumber: ehstoday.com

Energi berbahaya yang tidak dikendalikan atau dikontrol dengan benar dapat mengakibatkan cedera serius hingga kematian bagi pekerja. OSHA menyatakan, kegagalan mengendalikan energi berbahaya suatu mesin atau peralatan mengakibatkan sekitar 120 kematian pekerja di Amerika setiap tahunnya. Pekerja yang mengalami cedera akibat paparan energi berbahaya rata-rata kehilangan 24 hari kerja untuk pemulihan.

Tidak sengaja mengoperasikan kembali peralatan yang sedang diperbaiki atau terlepasnya energi yang tersimpan secara tiba-tiba dapat mengancam keselamatan pekerja. Pekerja bisa mengalami patah tulang, amputasi, cedera akibat tersengat listrik hingga kematian. Di sinilah peran LOTO sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan melindungi mesin atau peralatan yang sedang diperbaiki atau dalam perawatan dari kerusakan.

Tidak hanya berfungsi sebagai tanda, LOTO digunakan sebagai prosedur keamanan untuk pekerja yang melakukan perbaikan/ pemeliharaan, pekerja yang terkena efek perbaikan/ pemeliharaan, dan mesin atau peralatan yang akan diperbaiki/ dipelihara.

 

Lockout adalah kegiatan mengisolasi atau mengunci sumber energi berbahaya menggunakan peralatan khusus untuk penguncian. Peran lockout sangatlah penting untuk memastikan keselamatan pekerja sebelum melakukan perbaikan atau pemeliharaan.

Tagout adalah tag penguncian yang digunakan sebagai label peringatan bahaya dan menunjukkan bahwa tidak ada yang boleh mengutak-atik sakelar atau peralatan dimana tag itu terpasang.

 

Meski peran LOTO sangat penting untuk mencegah kecelakaan kerja dan cedera serius saat memperbaiki atau memelihara mesin/ peralatan, namun kelalaian dalam penerapan LOTO masih sering dilakukan pengusaha maupun pekerja. 

 

 

7 Kesalahan Fatal Penerapan LOTO yang Bisa Membahayakan Nyawa Pekerja

Collin Warren, mitra kerja Fisher Philips memberikan presentasi tentang program LOTO di acara EHS 2017 Safety Leadership Conference yang diselenggarakan di Hilton Atlanta, Georgia, Amerika Serikat pada akhir November 2017 lalu. Warren membahas tentang tantangan yang harus dihadapi pengusaha untuk memastikan kepatuhan perusahaannya terhadap penerapan LOTO sesuai standar OSHA.

POSTER K3 DILARANG MELEPAS LOCKOUT & TAGOUT

Sumber: safetyposter.co.id

 

Warren mengungkapkan ada  7 (tujuh) kesalahan fatal yang masih sering dilakukan pengusaha maupun pekerja dalam penerapan LOTO, di antaranya:

 

1. Prosedur LOTO untuk mesin atau peralatan dibuat kurang spesifik

Hal ini menjadi bagian paling penting dalam program LOTO, namun masih banyak perusahaan yang mengabaikannya. Pengusaha seharusnya tidak menerapkan prosedur yang sama untuk semua jenis mesin atau peralatan.

Sumber: escservices.com

Semua panel harus diidentifikasi dan prosedur harus dibuat detail, spesifik dan efektif diterapkan dalam pekerjaan. Semua instruksi harus dibuat secara tertulis dan materi pelatihan terus diperbarui sesuai dengan perubahan dalam pengaturan atau persyaratan pada mesin atau peralatan.

 

2. Kurangnya pelatihan dan komunikasi mengenai kebijakan

Tidak sedikit kecelakaan kerja akibat LOTO disebabkan karena kurangnya pemahaman pekerja mengenai prosedur LOTO. Sebagian besar pekerja kurang memahami jenis dan skala besaran energi berbahaya yang harus dikendalikan LOTO.

Dalam peraturan OSHA 29 CFR 1910.147 (c7) sudah jelas tercantum, pelatihan yang tepat mengenai LOTO harus diberikan secara berkala kepada pekerja. Pekerja harus mampu mengenali semua sumber energi berbahaya, mengetahui jenis dan skala besaran energi berbahaya tersebut.  Pengusaha juga wajib memberitahukan segala kebijakan mengenai LOTO secara jelas kepada para pekerjanya.

 

3. Pelaksanaan audit LOTO tidak sesuai standar

Banyak perusahaan yang keliru menunjuk orang yang tidak kompeten/ berwenang untuk melakukan audit LOTO atau bahkan tidak mengikuti persyaratan. OSHA mewajibkan program LOTO diaudit setidaknya setiap tahun dan didokumentasikan. Audit LOTO harus dilakukan oleh orang yang berwenang (authorized employee) atau orang yang dianggap kompeten.

Seorang yang kompeten berarti memiliki pengetahuan tentang program LOTO, prosedur kerja, potensi bahaya yang ada dan pengendalian bahaya yang harus dilakukan. Audit LOTO mencakup inspeksi pada pekerja yang melaksanakan LOTO dan memastikan mereka telah mengikuti prosedur serta melakukan pekerjaannya dengan benar.

Dengan inspeksi dan audit yang tepat, setiap kekurangan atau kelemahan dalam program LOTO atau dengan salah satu pekerja yang melaksanakan LOTO dapat diatasi dan/ atau diperbaiki.

 

4. Penggunaan tag yang tidak benar

Warren menyatakan, penggunaan tag yang tidak benar juga sering ditemukan sebagai kesalahan umum dalam penerapan LOTO. Ini mencakup pemasangan tag di tempat yang salah, posisi memasang tag tidak benar dan menggunakan tag yang salah untuk mesin atau peralatan.

Safety tag biasanya berisi tulisan "DANGER- Do Not Operate", nama pekerja yang melakukan LOTO, keterangan kapan peralatan tersebut dikunci, dan informasi lain seperti detail kontak. Tag ini harus tahan lama dan secara aman diikat ke peralatan yang dikunci agar tidak lepas serta tetap terbaca dalam semua kondisi cuaca. Warna tag juga dibuat berbeda untuk memudahkan pekerja memahami tingkat bahaya yang ada.

Dalam hal ini, pelatihan mencakup tag dan penggunaannya, penggunaan alat lockout dan pemilihan tag yang benar untuk mesin atau peralatan harus diberikan kepada semua pekerja yang melaksanakan pemasangan LOTO.

 

5. Kurangnya pelatihan yang memadai dan terus-menerus bagi pekerja

Pelatihan tidak hanya dilakukan satu kali saja untuk memenuhi persyaratan regulasi, tetapi menjadi elemen penting yang harus ada dalam program LOTO. Sangat penting bagi perusahaan untuk memberikan pelatihan yang memadai dan terus-menerus untuk penyegaran informasi.

Perusahaan juga harus melatih kembali pekerjanya setiap ada perubahan dalam mengoperasikan peralatan, perubahan kebijakan dan prosedur atau datangnya mesin/ peralatan baru. Materi pelatihan LOTO biasanya mencakup pengenalan komponen dan istilah dalam LOTO; peninjauan prosedur LOTO; instruksi tentang cara menerapkan prosedur LOTO; dan pemahaman tentang potensi bahaya terkait pelaksanaan LOTO. 

 

6. Tidak mengidentifikasi semua sumber energi berbahaya

Banyak insiden LOTO disebabkan oleh terlepasnya energi berbahaya yang tersimpan atau mesin/ peralatan hidup secara tidak terduga. Saat menerapkan prosedur LOTO, pastikan pekerja mengidentifikasi setiap lokasi, semua sumber energi berbahaya, termasuk valve, switch, breaker dan plug dan potensi bahaya yang ditimbulkan. Pastikan titik kontrol energi berbahaya ini ditempatkan secara permanen dan diberi label/ tanda secara jelas. 

 

7. Pekerja tidak mengetahui kapan LOTO harus digunakan

Dalam program LOTO, pengusaha harus menentukan kapan LOTO digunakan dan mengetahui perbedaan penerapan LOTO saat perbaikan atau pemeliharaan mesin, perubahan pada alat, pengaturan mesin/ peralatan dan operasi standar.

Informasi ini harus diberitahukan kepada pekerja secara berkala, juga setiap ada perubahan dan kapan terakhir informasi tersebut diperbarui. Seperti dilansir mathesongas.com, sebaiknya pekerja menggunakan LOTO ketika:

  • Perbaikan atau pemeliharaan mesin/ peralatan atau sekitar mesin/ peralatan, di mana cedera dapat terjadi akibat mesin/ peralatan hidup secara tidak terduga atau lepasnya energi yang tersimpan.
  • Meng-install mesin atau peralatan baru.
  • Pengaman atau alat keselamatan lainnya harus dipindahkan.
  • Pekerja meletakkan sebagian atau seluruh tubuhnya di mesin atau peralatan dimana terdapat risiko terjepit oleh mesin yang bergerak.

Banyak kejadian kecelakaan kerja yang mengakibatkan kematian dikarenakan program LOTO yang kurang spesifik dan kesalahan saat melaksanakan prosedur LOTO pada mesin atau peralatan yang menjadi sumber energi berbahaya.

Membuat program LOTO yang lengkap dan spesifik serta menerapkan prosedurnya dengan tepat sangat penting agar pekerja terhindar dari bahaya terlepasnya energi berbahaya secara tidak terduga dan bahaya terjepit akibat kontak dengan bagian peralatan yang bergerak.

 

 

Semoga bermanfaat, Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
31 Oktober 2018
SAFETY STORY: Guna Alat Pelindung Kepala
Di tempat kerja yang tinggi potensi bahaya, maut itu ibarat harimau yang kelaparan di tengah hutan. Dia siap menerkam siapa saja yang lengah walau sesaat.

29 Oktober 2018
10 Langkah Efektif Mencegah Bahaya Terpeleset, Tersandung, dan Terjatuh di Tempat Kerja
Kecelakaan akibat terpeleset, tersandung, dan terjatuh menyumbang 15% kematian tidak disengaja, menempati urutan kedua setelah kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor.

25 Oktober 2018
SAFETY STORY: Lakukan Manual Handling dengan Benar
Sobri yang sampai saat ini belum masuk kerja, dua hari yang lalu mengalami cedera di bagian punggung bawah akibat mengangkat barang dengan cara yang tidak tepat. Yang membuatnya makin parah, barang yang dibawanya juga melebihi batas berat barang yang boleh diangkat seseorang.

18 Oktober 2018
SAFETY STORY: Belajar Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basuh tangan, tuangkan sabun, dan gosok telapak tangan sambil meratakan sabun ke seluruh permukaan tangan. Kedua, gosok bagian punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari.

11 Oktober 2018
Tidak Boleh Asal Pakai, Ini Cara Tepat Menggunakan Earmuff!
Dibanding earplug, earmuff dapat memberikan perlindungan lebih besar dan lebih konsisten. Dari segi penggunaan, earmuff lebih mudah digunakan dan disesuaikan, umumnya lebih tahan lama daripada earplug.