Tidak Boleh Asal Pakai, Ini Cara Tepat Menggunakan Earmuff!

11 Oktober 2018

Dibanding earplug, earmuff dapat memberikan perlindungan lebih besar dan lebih konsisten. Dari segi penggunaan, earmuff lebih mudah digunakan dan disesuaikan, umumnya lebih tahan lama daripada earplug.

Bagi pekerja konstruksi, manufaktur, transportasi, atau musik dan hiburan, Anda harus waspada terhadap paparan kebisingan lebih dari 85 dBA, berlangsung lama, dan terus-menerus di tempat kerja. Paparan kebisingan yang melebihi nilai ambang batas (NAB) bisa mengakibatkan berbagai risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3) bagi pekerja.  

 

85 dBA adalah batas maksimal paparan kebisingan yang dapat diterima oleh pekerja dengan jangka waktu pemaparan 8 jam/ hari.

Sumber: PERMENAKERTRANS No. PER.13/MEN/X/2011

 

Rangsangan suara berlebihan atau tidak dikehendaki (kebisingan) bisa mengakibatkan gangguan pendengaran akibat bising (GPAB), stres akibat kerja, menurunnya produktivitas kerja hingga meningkatkan risiko kecelakaan kerja. Gangguan pendengaran akibat bising membuat kemampuan pekerja dalam mendengar sinyal peringatan, menangkap percakapan dan berkomunikasi menjadi terbatas.

Meski paparan kebisingan di tempat kerja tidak dapat dihindari atau dihilangkan, namun risiko akibat terkena paparan dapat Anda minimalkan. Setelah melaksanakan pengendalian bahaya, mencakup eliminasi, substitusi, rekayasa teknik dan pengendalian administratif, upaya pengendalian bahaya terakhir yang dapat Anda lakukan adalah menggunakan pelindung pendengaran.

Setiap pekerja harus menggunakan pelindung pendengaran jika kebisingan atau tingkat suara di tempat kerja melebihi 85 dBA. Penggunaan pelindung pendengaran, salah satunya earmuff bermanfaat untuk mengurangi atau meminimalkan potensi paparan kebisingan yang bisa mengakibatkan kerusakan pada telinga.

Earmuff dapat menurunkan intensitas kebisingan yang masuk ke telinga maksimal hingga 40 dBA. Umumnya earmuff dapat digunakan sebagai alat perlindungan sampai dengan 110 dBA. Anda bisa menggunakan earmuff yang memiliki nilai NRR (Noise Reduction Rate) sesuai nilai kebisingan di area kerja.

 

 

Sedikit berbeda dengan earplug, earmuff memiliki model lebih besar yang terdiri dari material peredam bising dan bantalan telinga yang menutupi semua bagian telinga dan ditahan oleh headband, sehingga secara tidak langsung kemampuan dalam meredam kebisingan pada earmuff pun lebih baik daripada earplug.

Earmuff dapat memberikan perlindungan lebih besar dan lebih konsisten daripada earplug. Dari segi penggunaan, earmuff juga lebih mudah digunakan dan disesuaikan, umumnya lebih tahan lama daripada earplug.

 

Kelebihan Earmuff Kekurangan Earmuff
  • Variabilitas atenuasi antar pengguna lebih sedikit
  • Dirancang sedemikian rupa sehingga satu ukuran earmuff cocok digunakan untuk semua ukuran kepala
  • Mudah terlihat dari kejauhan untuk membantu pengawasan dalam penggunaan earmuff
  • Ukurannya yang lebih besar dari earplug, membuat pekerja lebih mudah menemukan earmuff atau tidak mudah hilang
  • Dapat digunakan oleh pekerja dengan keluhan infeksi telinga ringan.
  • Tidak mudah dibawa-bawa dan lebih berat dari earplug
  • Kurang nyaman digunakan bersamaan dengan alat pelindung diri lainnya
  • Kurang nyaman digunakan terlalu lama di area kerja yang panas dan lembab
  • Kurang nyaman digunakan di area ruang terbatas
  • Kurang nyaman atau fungsi dapat terganggu jika digunakan bersama kacamata keselamatan yang berakibat pada penurunan perlindungan pada pendengaran.

 

Perlu dipahami, cara pekerja menggunakan earmuff juga menentukan tingkat efektivitas earmuff sebagai alat pelindung. Pasalnya, efektivitas perlindungan pendengaran akan berkurang jika alat pelindung pendengaran tidak fit atau tepat saat digunakan atau jika hanya dikenakan sebagian waktu selama periode paparan kebisingan.  Maka dari itu, setiap pekerja harus memahami cara penggunaan earmuff yang benar agar fungsinya sebagai alat perlindungan jadi lebih optimal.

 

Cara Menggunakan Earmuff yang Benar, Ikuti Langkah-Langkah Berikut Ini!

Menggunakan pelindung telinga ketika bekerja dengan paparan kebisingan tinggi merupakan upaya pencegahan yang paling penting. Maka pastikan cara Anda menggunakan earmuff juga benar agar perlindungan dari paparan kebisingan jadi lebih efektif dan optimal.

Berikut langkah-langkah penggunaan earmuff yang sebaiknya Anda lakukan:

Headband

1. Tempatkan earcup tepat di telinga

2. Sesuaikan headband dengan menggeser ke atas atau ke bawah hingga earcup dapat menutup telinga dengan sempurna.

 

Folding

1. Posisikan earcup dan headband seperti yang ditunjukkan pada gambar



2. Tempatkan earcup tepat di telinga

3. Sesuaikan headband dengan menggeser ke atas atau ke bawah hingga earcup dapat menutup telinga dengan sempurna.

 

Multiple-Position

1. Tempatkan earcup tepat di telinga

2. Sesuaikan headband dengan menggeser ke atas atau ke bawah hingga earcup dapat menutup telinga dengan sempurna

*Multiple-position earmuff dapat digunakan dengan berbagai posisi headband, baik di atas kepala, belakang kepala, atau di bawah dagu. Posisikan tali headband di atas kepala, bila headband berada di belakang kepala atau di bawah dagu.

3. Ketika earmuff digunakan dengan posisi headband di belakang atau di bawah dagu, tali headband harus dipasang pada slot di bagian atas earcup, seperti yang ditunjukkan pada gambar.

 

Cap-Mounted

1. Pasang adaptor ke masing-masing sisi helm keselamatan dengan menggeser adaptor ke dalam slot

2. Pasang masing-masing earmuff ke dalam adaptor dengan menggeser komponen pengait pada adaptor

3. Pakai helm keselamatan dan sesuaikan earmuff dengan menggeser ke atas atau ke bawah hingga earcup dapat menutup telinga dengan sempurna

4. Pastikan earmuff terpasang dengan benar dan earcup sudah benar-benar menempel dan menutupi telinga dengan sempurna.

*Cap-mounted earmuff dirancang untuk dipasang langsung pada helm keselamatan dengan slot adaptor yang sudah disediakan pada masing-masing sisi helm.

 

Neckband

1. Sesuaikan panjang tali headband pada earcup sampai benar-benar nyaman saat diposisikan di atas kepala

2. Tempatkan earcup tepat di telinga dengan posisi tali headband sudah terpasang erat di atas kepala.

*Neckband earmuff juga bisa digunakan bersamaan dengan helm keselamatan atau tameng muka (face shield).

 

Poin penting penggunaan earmuff:

  • Baca dan ikuti semua petunjuk pemasangan earmuff yang direkomendasikan produsen.
  • Pastikan tidak ada rambut yang menghalangi telinga saat earcup dipasang.
  • Hindari menggunakan pelindung pendengaran secara berlebihan di lingkungan yang minim paparan kebisingan. Dalam memilih earmuff sesuai situasi kerja, pertimbangkan tingkat paparan kebisingan dan kebutuhan Anda untuk berkomunikasi dengan rekan kerja atau mendengar sinyal peringatan di tempat kerja.

Perawatan Earmuff

  • Periksa earcup dan ear cushion (bantalan telinga) dari kerusakan, keausan, dan kelenturannya. Ganti bantalan telinga bila terdapat kerusakan fisik atau tidak lentur lagi.
  • Periksa unit headband dari kerusakan, keausan, dan kelonggaran. Ganti headband apabila sudah longgar sehingga penutup telinga tidak menempel sempurna.
  • Bersihkan earcup dan bantalan telinga secara teratur dengan deterjen cair ringan dan lembut, kemudian bilas dengan air hangat. Earmuff tidak mungkin dicelupkan ke dalam air ketika dibersihkan. Pastikan bahan peredam suara di dalam penutup telinga tidak basah.
  • Ganti bantalan telinga dan busa di dalamnya setiap 6-8 bulan untuk pemakaian normal, atau setiap 3-4 bulan untuk frekuensi penggunaan sering/ berlebih atau penggunaan pada kondisi lingkungan dengan kelembaban tinggi atau cuaca ekstrem.

 

Pelindung pendengaran merupakan alat yang penting untuk melindungi pekerja dari paparan kebisingan. Earmuff yang terpasang tidak fit atau tidak tepat akan mengurangi efektivitas pelindung pendengaran selama periode paparan kebisingan. Ikuti instruksi produsen saat penggunaan, pemeriksaan dan perawatan. Cek kembali earmuff yang Anda gunakan, sudahkah terpasang fit di telinga Anda?

 

 

Semoga bermanfaat, Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
18 Oktober 2018
SAFETY STORY: Belajar Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basuh tangan, tuangkan sabun, dan gosok telapak tangan sambil meratakan sabun ke seluruh permukaan tangan. Kedua, gosok bagian punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari.

8 Oktober 2018
Bagaimana Cara Membuat Laporan Kecelakaan Kerja yang Benar? Ini 5 Langkah yang Tidak Boleh Diabaikan
Kecelakaan kerja baik kategori minor maupun mayor harus dicatat, dilaporkan dan dibuat laporannya untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki tindakan pencegahan kecelakaan terbaru dan risiko terjadinya kecelakaan serupa terulang kembali dapat diminimalkan.

4 Oktober 2018
SAFETY STORY: Hemat Energi untuk Bumi yang Lebih Baik
Menurut riset, gedung perkantoran termasuk salah satu pengonsumsi listrik terbesar

1 Oktober 2018
Kelelahan Ekstrem Akibat Kerja (Fatigue), Apa Efeknya Bagi Pekerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Hampir 40 persen pekerja di Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka mengalami kelelahan akibat kerja, yang berdampak pada penurunan produktivitas, peningkatan kecelakaan kerja dan peningkatan angka absensi. – National Safety Council (NSC)

26 September 2018
SAFETY STORY: Rully dan Masalah Ergonomi
Cara yang baik saat duduk itu bahu harus rileks dengan punggung tegak lurus dan tertopang.