Cegah Cedera, Pekerja Harus Paham Panduan Manual Material Handling (MMH) yang Benar!

27 Agustus 2018

Lebih dari setengah juta kasus Musculoskeletal Disorders (MSDs) akibat Manual Material Handling (MMH) dilaporkan setiap tahunnya di Amerika Serikat. MSDs ini sering melibatkan cedera pada otot, tendon, ligamen, persendian, struktur tulang, dan sistem syaraf.  ─Centers for Disease Control and Prevention

Kebanyakan bidang konstruksi, manufaktur, dan pertambangan memerlukan beberapa tugas penanganan material secara manual atau manual material handling (MMH). MMH merupakan sebuah aktivitas memindahkan beban oleh tubuh secara manual dalam rentang waktu tertentu.

Menurut American Material Handling Society, manual material handling (MMH) dinyatakan sebagai seni dan ilmu yang meliputi penanganan (handling), pemindahan (moving), pengepakan (packaging), penyimpanan (storing), dan pengawasan (controlling) dari material dengan segala bentuknya.

Selama ini, kebanyakan pekerja menganggap kegiatan MMH hanya sebatas pada kegiatan mengangkat/menurunkan (lifting/lowering). Padahal penanganan manual tidak terbatas pada kegiatan tersebut.

Occupational Safety and Health Administration (OSHA) mengklasifikasikan kegiatan MMH menjadi lima, di antaranya:

  • Mengangkat/menurunkan (lifting/lowering)
  • Mendorong/menarik (push/pull)
  • Memutar (twisting)
  • Membawa (carrying)
  • Menahan (holding) 

Setiap pekerjaan yang melibatkan MMH ini mungkin termasuk risiko tinggi untuk cedera yang berkaitan dengan pekerjaan. Aktivitas MMH yang tidak tepat dapat menimbulkan kerugian bahkan kecelakaan pada pekerja. Akibat yang ditimbulkan dari aktivitas MMH yang tidak benar salah satunya adalah gangguan muskuloskeletal atau musculokeletal disorders (MSDs).

MSDs adalah suatu kondisi yang mengganggu fungsi sendi, ligamen, otot, saraf, dan tendon. Penggunaan otot yang berlebihan atau otot menerima beban statis secara berulang dalam jangka waktu yang lama, hal ini dapat mengakibatkan gangguan pada sistem muskuloskeletal. Gangguan ini dapat memengaruhi setiap area dalam tubuh, mencakup leher, bahu, pergelangan tangan, punggung, pinggul, lutut, dan kaki.

Sebuah penelitian menunjukkan hampir 25 persen kecelakaan kerja di Indonesia diakibatkan oleh MMH. Rata-rata pekerja mengalami cedera pada tulang belakangnya. Para ahli keselamatan pun yakin bahwa cedera tulang belakang memiliki hubungan yang sangat erat dengan kegiatan MMH.

Tingginya tingkat cedera, penyakit akibat kerja, atau kecelakaan kerja akibat MMH selain merugikan pekerja, juga akan berdampak buruk terhadap kinerja perusahaan, di antaranya penurunan produktivitas perusahaan, beban biaya pengobatan yang cukup tinggi, dan ketidakhadiran pekerja serta penurunan kualitas kerja.

 

Faktor Risiko Manual Material Handling (MMH)

Aktivitas MMH dapat meningkatkan risiko fisik bagi pekerja. Jika aktivitas ini dilakukan berulang kali atau dalam jangka waktu yang lama, pekerja bisa mengalami kelelahan ekstrem atau cedera.

Faktor-faktor risiko yang secara dominan berkaitan dengan terjadinya cedera akibat aktivitas MMH meliputi:

  • Sikap tubuh yang tidak alamiah dan dipaksakan atau postur canggung, seperti badan membungkuk, memutar, jongkok, atau berlutut.
  • Gerakan berulang, seperti sering menjangkau, mengangkat, dan membawa objek kerja.
  • Pengerahan tenaga yang berlebihan, seperti membawa atau mengangkat beban berat.
  • Pressure points, seperti mencengkeram atau menggenggam beban, bersandar pada bagian atau permukaan yang keras atau memiliki tepi yang tajam
  • Sikap kerja statis, seperti mempertahankan posisi yang tetap dalam waktu lama pada satu jenis aktivitas. 

 

Paparan berulang atau terus-menerus terhadap satu atau lebih dari faktor-faktor di atas pada awalnya dapat mengakibatkan kelelahan dan rasa tidak nyaman pada pekerja. Namun lama-kelamaan, pekerja bisa berpotensi mengalami cedera pada punggung, bahu, tangan, pergelangan tangan, atau bagian lain dari tubuh yang terpapar.

Selain itu, kondisi lingkungan kerja yang buruk, seperti panas atau dingin ekstrem, kebisingan, dan pencahayaan yang buruk dapat meningkatkan risiko pekerja untuk mengalami cedera atau penyakit akibat kerja lainnya yang lebih fatal.

 

Manajemen Risiko Manual Material Handling (MMH)

Untuk mengendalikan kecelakaan kerja akibat MMH, banyak perusahaan yang hanya berfokus pada penggunaan alat bantu mekanik, seperti trolley, forklift, atau conveyer. Meskipun alat bantu mekanik tersebut dapat meminimalkan risiko, namun penting bagi perusahaan untuk menerapkan pengendalian secara menyeluruh dan sistematis.

Terkait manajemen risiko MMH, Worksafe Australia's National Standard merekomendasikan pengusaha dan pengurus untuk melakukan identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko yang timbul dari aktivitas MMH.

 

1. Identifikasi Risiko

Aktivitas MMH yang mungkin berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan pekerja harus diidentifikasi. Beberapa cara paling efektif untuk mengidentifikasi risiko terkait MMH adalah:

  • Periksa catatan cedera dan kecelakaan kerja sebelumnya yang terjadi di tempat kerja
  • Lakukan wawancara dengan pekerja dan perwakilan anggota Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3)
  • Lakukan survei atau inspeksi langsung ke tempat kerja. 

 

2. Penilaian Risiko

Begitu seluruh aktivitas MMH yang berisiko sudah diidentifikasi, pengurus harus melakukan penilaian dan menemukan faktor-faktor yang memengaruhi risiko. Berikut aspek-aspek yang dapat menjadi acuan saat melakukan penilaian risiko yang berhubungan dengan MMH:

    • Aktivitas dan pergerakan pekerja
    • Tata letak tempat kerja dan stasiun kerja
    • Posisi dan sikap kerja
    • Durasi dan frekuensi pekerja melakukan aktivitas MMH
    • Jarak dan tempat pekerja memindahkan beban
    • Berat beban
    • Pengerahan tenaga
    • Karakteristik beban dan peralatan kerja
    • Organisasi dan lingkungan kerja
    • Keterampilan kerja dan pengalaman kerja
    • Kebutuhan khusus ─ pekerja yang dalam proses pemulihan mungkin memerlukan waktu untuk membangun kembali keterampilan dan kemampuan kerja mereka. 

 

3. Pengendalian Risiko

Penting bagi Anda melalui dua langkah sebelumnya untuk menentukan tindakan pengendalian yang tepat sesuai risiko yang telah diidentifikasi. Berikut pengendalian risiko yang dapat Anda lakukan:

POSTER K3 MANUAL HANDLING

 

a. Rekayasa Teknik

  • Memodifikasi objek kerja
    Anda mungkin perlu mengubah bentuk objek berukuran besar menjadi lebih kecil agar lebih mudah disimpan, dikemas, atau dipindahkan.
  • Memodifikasi tata letak tempat kerja dan stasiun kerja
    Hal ini dimaksudkan untuk meminimalkan jangkauan atau posisi tubuh membungkuk dan menyediakan permukaan kerja pada ketinggian yang tepat.
  • Menggunakan alat bantu mekanik
    Alat bantu mekanik yang digunakan harus sesuai dengan jenis pekerjaan MMH yang banyak dilakukan di tempat kerja.
  • Memodifikasi tugas/aktivitas
    Misalnya, dari menarik objek menjadi mendorong objek. Pada prinsipnya, tenaga yang dikeluarkan untuk menarik objek lebih besar daripada mendorong objek. Untuk mengurangi beban saat mendorong objek, pekerja juga dapat memperbaiki landasan/permukaan kerja, memberikan roda tambahan pada landasan objek kerja atau menggunakan peralatan, seperti hand lift, container, dll.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman
    Faktor lingkungan kerja, seperti suhu, pencahayaan, kebisingan, getaran, ventilasi, dll. harus sesuai dengan standar yang diperkenankan.
     

 

b. Pengendalian Administratif

  • Memberikan alternatif tugas-tugas berat diganti dengan tugas-tugas ringan
  • Memberikan variasi dalam pekerjaan untuk menghilangkan/mengurangi pengulangan
  • Mengatur jadwal kerja, kecepatan kerja, atau cara kerja
  • Memberikan waktu pemulihan, misalnya jeda istirahat dalam waktu singkat
  • Melakukan rotasi kerja
  • Memodifikasi cara kerja

Hal ini dimaksudkan agar pekerja melakukan pekerjaannya di dalam power zone, yakni di atas lutut, di bawah bahu, dan dekat dengan tubuh.

 

c. Evaluasi Berkelanjutan

Evaluasi berkelanjutan merupakan bagian penting dari proses pengendalian risiko untuk mengidentifikasi perubahan atau persyaratan lebih lanjut.

 

Panduan Aman Melakukan Manual Material Handling (MMH)

 

Untuk perusahaan:

  • Lakukan pendekatan pencegahan MMH yang proaktif
  • Lakukan manajemen risiko terkait MMH
  • Identifikasi dan catatlah risiko yang terkait dengan beban, tugas, dan kondisi kerja
  • Berikan edukasi kepada manajer, supervisor, dan pekerja tentang bahaya dan pencegahan terkait MMH
  • Dorong pekerja untuk selalu melaporkan bahaya dan gejala dari cedera atau gangguan yang diakibatkan MMH
  • Lakukan pengendalian bahaya secara holistik dan sistematis serta terapkan praktik kerja aman untuk meminimalkan kelelahan dan cedera akibat MMH
  • Lakukan perbaikan berkelanjutan untuk mengetahui efektivitas program MMH yang diterapkan di tempat kerja. 

 

Untuk pekerja:

  • Kenali tanda-tanda kelelahan dan gejala MSDs
  • Ikuti prosedur kerja aman yang ditetapkan perusahaan
  • Gunakan alat kerja dan alat bantu mekanik yang disediakan dengan benar
  • Segera laporkan setiap bahaya dan kecelakaan kerja yang terjadi kepada supervisor atau manajer.

 

 

POSTER K3 MANUAL HANDLING

 

Tips meminimalkan cedera saat melakukan aktivitas MMH:

  • Gunakan alat bantu mekanik yang sesuai sebisa mungkin
  • Buat perencanaan sebelum melakukan aktivitas MMH
  • Lakukan aktivitas MMH di atas permukaan kerja yang rata dan stabil
  • Gunakan alat pelindung diri (APD) yang tepat sesuai aktivitas MMH yang akan dilakukan
  • Tempatkan beban sedekat mungkin dengan pusat tubuh. Semakin dekat beban, maka semakin kecil pengaruhnya dalam memberi tekanan pada punggung, bahu, dan lengan
  • Tempatkan kaki sedekat mungkin dengan beban saat mulai mengangkat dan usahakan dalam posisi seimbang. Tekuk lutut dalam posisi setengah jongkok sampai sudut paling nyaman.
  • Hindari gerakan memutar atau posisi tubuh condong ke depan
  • Jaga kepala tetap tegak dan pandangan lurus ke depan
  • Usahakan untuk tidak mengangkat atau memindahkan beban melebihi batas
  • Memindahkan beban dengan mendorongnya jauh lebih aman daripada dengan menariknya. 

 

Pelatihan Pekerja

Pelatihan terkait MMH harus dilaksanakan setiap ada perubahan proses kerja, pengoperasian alat kerja baru, atau penggunaan alat bantu mekanik yang belum pernah dipakai sebelumnya agar pekerja dapat melakukan aktivitas MMH dengan terampil dan aman.

Pelatihan terkait MMH yang dilaksanakan harus mencakup hal-hal berikut ini:

  • Peraturan dan panduan penerapan MMH
  • Pemahaman mengenai bahaya dan risiko MMH
  • Prosedur tanggap darurat atau pertolongan pertama pada saat terjadi kecelakaan akibat MMH
  • Prosedur pelaporan bahaya, cedera, atau kecelakaan kerja terkait MMH
  • Prosedur identifikasi dan penilaian risiko berdasarkan tugas, beban, lingkungan kerja, dan kemampuan pekerja
  • Hierarki pengendalian risiko untuk meminimalkan kecelakaan kerja akibat MMH
  • Prosedur penggunaan alat bantu mekanik yang tersedia
  • Prosedur seluruh aktivitas MMH. 

 

Pelatihan ini harus diberikan kepada pekerja atau kontraktor yang terpapar bahaya dari aktivitas MMH secara berkala. Pelatihan dapat dilakukan dengan memberikan praktik langsung ketika peralatan atau prosedur baru diperkenalkan kepada pekerja, menggunakan beberapa jenis alat bantu visual (seperti gambar, bagan, atau video) mengenai aktivitas MMH, atau mengadakan diskusi ringan dengan memberikan kesempatan pekerja untuk mengajukan pertanyaan atau masukan mengenai praktik MMH yang aman.

 

 

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
31 Oktober 2018
SAFETY STORY: Guna Alat Pelindung Kepala
Di tempat kerja yang tinggi potensi bahaya, maut itu ibarat harimau yang kelaparan di tengah hutan. Dia siap menerkam siapa saja yang lengah walau sesaat.

29 Oktober 2018
10 Langkah Efektif Mencegah Bahaya Terpeleset, Tersandung, dan Terjatuh di Tempat Kerja
Kecelakaan akibat terpeleset, tersandung, dan terjatuh menyumbang 15% kematian tidak disengaja, menempati urutan kedua setelah kecelakaan yang melibatkan kendaraan bermotor.

25 Oktober 2018
SAFETY STORY: Lakukan Manual Handling dengan Benar
Sobri yang sampai saat ini belum masuk kerja, dua hari yang lalu mengalami cedera di bagian punggung bawah akibat mengangkat barang dengan cara yang tidak tepat. Yang membuatnya makin parah, barang yang dibawanya juga melebihi batas berat barang yang boleh diangkat seseorang.

22 Oktober 2018
7 Kesalahan Fatal Penerapan LOTO yang Bisa Membahayakan Nyawa Pekerja
Program lockout/tagout (LOTO) yang diterapkan sesuai standar bisa mencegah 120 korban jiwa dan 50.000 cedera pada pekerja setiap tahunnya. − Occupational Safety and Health Administration (OSHA)

18 Oktober 2018
SAFETY STORY: Belajar Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basuh tangan, tuangkan sabun, dan gosok telapak tangan sambil meratakan sabun ke seluruh permukaan tangan. Kedua, gosok bagian punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari.