Penggunaan Perancah (Scaffolding), Ini Prosedur Keselamatan yang Harus Pekerja Ikuti!

30 April 2018

Di Amerika Serikat, dari 359 pekerja konstruksi yang tewas akibat jatuh dari ketinggian setiap tahunnya, sekitar 16% berhubungan dengan perancah (scaffolding). Selain jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja dalam penggunaan perancah juga diakibatkan lemahnya papan lantai kerja dan tertimpa jatuhan benda dari atas. Occupational Safety and Health Administration (OSHA)

Pada dasarnya keselamatan menggunakan perancah (scaffolding) bermula pada apakah perancah itu aman atau tidak digunakan untuk bekerja. Pasalnya, perancah dapat menjadi potensi bahaya besar jika tidak dipasang oleh pekerja yang ahli dan diperiksa dengan benar sebelum digunakan.

 

Perancah (Scaffolding) adalah bangunan peralatan (platform) yang dibuat untuk sementara dan digunakan sebagai penyangga tenaga kerja, bahan-bahan serta alat-alat pada setiap pekerjaan konstruksi bangunan termasuk pekerjaan pemeliharaan dan pembongkaran.

Sumber: PERMENAKERTRANS No. PER. 01/MEN/1980

 

Perancah dapat membahayakan pekerja ketika mereka bekerja di atas atau di bawah perancah dan ketika mereka naik atau turun dari perancah. Pekerja di atas perancah memiliki potensi jatuh dari ketinggian dan pekerja yang melakukan aktivitas di bawah dapat tertimpa perancah atau material perancah.

Berikut beberapa potensi bahaya dalam penggunaan perancah:

  • Runtuhnya seluruh atau sebagian unit perancah akibat kegagalan komponen atau beban berlebih yang mengakibatkan pekerja terjatuh atau terperosok
  • Jatuh dari ketinggian akibat lemahnya papan lantai kerja
  • Tertimpa benda-benda jatuh dari perancah dan melukai pekerja yang berada di bawah
  • Terpeleset dan terjatuh akibat lantai kerja yang kotor dan licin
  • Tersengat aliran listrik (electrocution).

Oleh karena itu, perancah harus dipasang oleh pekerja yang ahli di bawah pengawasan orang yang kompeten dan perancah telah diperiksa dengan benar sebelum digunakan. Perancah yang sesuai dan aman harus disediakan untuk semua pekerjaan berisiko tinggi saat bekerja di ketinggian.

Perancah harus terbuat dari material khusus yang diizinkan. Pencegahan bahaya jatuh harus dilakukan terhadap pekerja yang berada di atas perancah, termasuk pencegahan terhadap benda-benda jatuh.

 

 

Bagaimana Cara Memilih Perancah yang Tepat?

Dalam hal ini, pimpinan/ pengawas bertanggung jawab untuk memutuskan jenis perancah yang akan digunakan. Perancah tersedia dalam berbagai jenis yang dirancang untuk tujuan tertentu. Dengan mengetahui tujuan penggunaan perancah, ini membantu Anda dalam menentukan jenis perancah yang tepat. Begitu jenis perancah sudah ditentukan, perancah harus dipasang sesuai rekomendasi pabrik pembuatnya dan peraturan yang berlaku.

Suspended Scaffolding

Sumber: superiorscaffold.com

 

Berikut beberapa jenis perancah yang paling banyak digunakan dalam membantu pekerjaan konstruksi:

1. Supported Scaffolding

Sebuah platform yang disusun dari bawah ke atas menggunakan tiang sebagai penyangganya dan tersedia lantai kerja yang kokoh untuk pekerja melakukan pekerjaannya. Biasanya perancah ini berbentuk frame (rangka). Untuk penggunaan jenis perancah ini diperlukan fondasi yang kuat sebagai pijakan utamanya.

 

2. Suspended Scaffolding

Platform ini terdiri angkor pengaman, tali atau kabel penggantung yang kuat dan sangkar gantung dengan lantai papan yang dilengkapi pagar pengaman, serta tidak memiliki penyangga dari bawah. Suspended scaffolding yang digerakkan dengan mesin harus menggunakan kabel baja.

Perancah ini sering digunakan ketika tidak memungkinkan untuk membangun perancah di atas tanah atau suatu keadaan di mana membangun perancah dari dasar dinilai tidak praktis. Suspended scaffolding biasanya digunakan oleh petugas pembersih jendela pada gedung-gedung tinggi atau petugas perbaikan bagian luar gedung-gedung tinggi.

 

3. Aerial Lifts

Perancah jenis ini sering digunakan di mana pekerja harus mengakses sejumlah tingkat untuk pekerjaan konstruksi. Aerial lifts membuat pekerjaan jadi lebih mudah dan aman untuk mengangkat pekerja, material dan peralatan kerja hingga ketinggian yang dibutuhkan. Aerial lifts biasanya digunakan untuk perawatan gedung, pemasangan lampu jalan, membersihkan jendela dan mengecat dinding gedung tinggi, dan pekerjaan konstruksi lainnya.

 

4. Mobile Scaffolding

Mobile scaffolding adalah sebuah platform yang cocok digunakan untuk pekerjaan yang berpindah-pindah dan hanya dapat digunakan pada permukaan rata dan datar. Tiang-tiangnya dipasang roda dengan pengunci. Bagian roda biasanya dilengkapi lapisan karet atau sejenisnya untuk memudahkan perpindahan.

 

5. Ladder Scaffolding

Perancah tangga (ladder scaffolding) adalah suatu perancah yang menggunakan tangga sebagai tiang penyangga peralatannya. Hanya boleh digunakan untuk pekerjaan ringan.

 

6. Beatswain's Chair

Perancah kursi gantung (beatswain's chair) adalah suatu perancah yang berbentuk tempat duduk yang digantung dengan kabel atau tambang. Hanya boleh digunakan sebagai perancah dalam hal pengecualian, yaitu apabila pekerjaan tidak dapat dilakukan secara aman dengan menggunakan alat-alat lainnya. 

 

7. Ladder Jack Scaffolding

Perancah dongkrak tangga (ladder jack scaffolding) adalah suatu perancah yang peralatannya mempergunakan dongkrak untuk menaikkan dan menurunkannya dan dipasang pada tangga. Tidak diperuntukkan untuk pekerjaan pada permukaan yang tinggi.

 

8. Window Jack Scaffolding

Perancah tupang jendela (window jack scaffold) ialah suatu perancah yang pelatarannya dipasang pada balok tumpu yang ditempatkan menjulur dari jendela terbuka. Hanya boleh digunakan untuk pekerjaan ringan dalam jangka waktu pendek dan hanya untuk melalui jendela terbuka di mana perancah jenis tersebut ditempatkan.

 

9. Trestle Scaffolding

Perancah kuda-kuda (trestle scaffolding) ialah suatu perancah yang disangga oleh kuda-kuda. Hanya boleh digunakan sewaktu bekerja pada permukaan rendah dan jangka waktu pendek.

 

10Outrigger Cantilever/ Jib Scaffolding

Perancah tupang sudut (outrigger cantilever) atau perancah tupang siku (jib scaffolding), hanya boleh digunakan untuk tukang kayu, tukang cat, tukang listrik dan tukang lain yang sejenis dan dilarang menggunakan panggung perancah untuk keperluan menempatkan sejumlah bahan-bahan.

 

11. Steel Scaffolding

Perancah baja (steel scaffolding) adalah suatu perancah yang menggunakan material baja sebagai tiang penyangga peralatannya atau komponennya. Perancah jenis ini sangat mudah didirikan dan dibongkar. Perancah baja memiliki kekuatan dan daya tahan lebih besar serta ketahanan api yang lebih tinggi.

 

12. Wooden/ Bamboo Scaffolding

Perancah kayu adalah suatu perancah yang menggunakan kayu atau bambu sebagai tiang penyangga peralatannya. Perancah ini sulit digunakan ulang, tidak kuat dan mudah patah.

Perancah harus dipasang, diubah dan dibongkar oleh pekerja yang ahli di bawah pengawasan langsung orang yang kompeten. Pengawas harus memastikan perancah yang digunakan oleh pekerja sudah benar-benar aman.

Seorang yang kompeten berarti memiliki pengetahuan tentang pekerjaan terkait penggunaan perancah, potensi bahaya yang ada, dan perencanaan untuk mengendalikan bahaya berdasarkan pendidikan, pelatihan dan pengalaman atau kombinasi ketiganya.

 

Panduan Keselamatan Menggunakan Perancah (Scaffolding)

Menurut OSHA, diperkirakan sekitar 2,3 juta pekerja konstruksi melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan perancah. Dengan begitu, banyak juga pekerja yang berpotensi mengalami sejumlah bahaya terkait perancah seperti terjatuh, tertimpa jatuhan benda, dan tersengat aliran listrik.

Dengan banyaknya pekerja yang berpotensi terkena bahaya saat menggunakan perancah, maka penerapan keselamatan penggunaan perancah perlu menjadi prioritas. 

 

Pemeriksaan Perancah

Banyak aspek yang harus diperiksa untuk memastikan perancah aman sebelum digunakan. Setiap jenis perancah yang akan digunakan harus diperiksa terlebih dahulu oleh ahli/ petugas perancah (scaffolder).

Beberapa aspek pada perancah yang harus diperiksa antara lain:

  1. Pastikan izin kerja sudah lengkap, biasanya mencakup Job Safety Analysis (JSA), sertifikat scaffolder, dan izin pembuatan perancah
  2. Periksa material yang digunakan untuk komponen dan perlengkapan perancah dan pastikan dalam keadaan baik, tidak rusak atau cacat. Harus terbuat dari material khusus yang diizinkan
  3. Lakukan pemeriksaan visual pada semua bagian dari perancah, di antaranya bagian fondasi, rangka, lantai kerja, jalan masuk ke lantai kerja dan bagian paling atas dari bangunan perancah. Pastikan tidak berkarat, rusak, cacat, melengkung/ bengkok atau terdapat bagian yang tidak layak
  4. Periksa kestabilan bangunan perancah
  5. Periksa semua pengunci atau clamp berfungsi baik
  6. Pastikan area untuk penempatan anchor pada full body harness minimum setinggi pinggang.
  7. Pastikan semua risiko jatuh sudah dikendalikan dengan baik, misalnya dengan memasang railing-railing yang diperlukan
  8. Pastikan perancah sudah diberi pengaman atau alat-alat pengaman yang diperlukan
  9. Selanjutnya, bila perancah sudah dipastikan aman, pasang scafftag hijau di dekat akses tangga perancah.

 

Jenis-jenis scafftag untuk perancah:

  • Tanda hijau : aman
  • Tanda kuning: aman dengan syarat (perlu tambahan alat pengaman lainnya)
  • Tanda merah: tidak aman (perancah tidak boleh digunakan)

Sumber: hunker.com

 

Poin Penting:

Pemeriksaan pada perancah harus dilakukan sebelum pemasangan, sebelum penggunaan awal, setiap minggu saat sedang didirikan, sebelum digunakan setelah terpapar cuaca buruk, dan setelah terjadi modifikasi.

 

Syarat Keamanan Perancah

Berikut syarat-syarat umum keamanan perancah, di antaranya:

  1. Perancah harus diberi lantai papan yang kuat dan rapat
  2. Lantai perancah harus diberi pagar pengaman, apabila tingginya lebih dari 2 meter
  3. Jalan-jalan sempit, jalan-jalan dan jalan-jalan landasan (runway) harus terbuat dari bahan dan konstruksi yang kuat, tidak rusak dan aman untuk tujuan pemakaiannya
  4. Perancah yang sudah dinyatakan aman terpasang scafftag hijau
  5. Sudah dilakukan pemeriksaan awal, berkala dan pemeriksaan khusus
  6. Perancah harus dipasang jaring pengaman (safety net), apabila tingginya lebih dari 5 meter dan harus dipasang perisai pengaman (protective shield) untuk melindungi kejatuhan material 


  7. Perancah diletakkan pada fondasi yang kuat dan rata. Permukaan perancah harus mampu menahan berat perancah dan berbagai beban yang akan diletakkan di atasnya. Pekerja bisa memberikan pendukung tambahan bila diperlukan
  8. Jangan menggunakan kotak, drum, batu bata atau balok beton sebagai pendukung tambahan perancah
  9. Kondisi tanah atau dudukan rata dan pendukung tambahan mampu mendukung beban 4 (empat) kali lipat
  10. Perancah harus stabil dan mampu menahan beban yang akan diletakkan di atasnya
  11. Lantai kerja, tangga naik, lantai dasar, dan rangka perancah harus dalam keadaan bersih dari minyak, gemuk, lumpur dan bahan lain yang bisa membahayakan pekerja
  12. Pekerja, operator perancah, scaffolder harus menggunakan APD yang disyaratkan, termasuk perlengkapan pelindung jatuh
  13. Lebar perancah dan lantai kerja harus cukup untuk bekerja dan meletakkan bahan-bahan.
  14. Pastikan perancah sudah terpasang toe board, cross bracing pada semua tingkat perancah dan pastikan semua komponen aman
  15. Bila bekerja dekat aliran listrik, jarak aman perancah adalah 4,5 meter (horizontal) dan 6 meter (vertikal).

 

Saat Menggunakan Perancah

  1. Pastikan pekerja sudah mendapatkan pelatihan mengenai penggunaan perancah yang tepat dan pengendalian bahaya saat bekerja di atas perancah, penggunaan alat pelindung jatuh, dan apa yang harus dilakukan apabila ada perubahan pada tempat kerja atau jenis perancah.
  2. Scaffolder atau pengawas memeriksa dan memastikan perancah dalam kondisi aman sebelum digunakan
  3. Lantai kerja, bagian deck, dan pagar pengaman sudah terpasang dan dalam kondisi aman
  4. Gunakan alat bantu untuk memindahkan material dari bawah ke atas
  5. Gunakan tangga yang sudah terpasang kuat dan kokoh untuk naik dan turun dari perancah
  6. Gunakan alat pelindung diri (APD) seperti helm, sepatu keselamatan dan full body harness.
  7. Perhatikan rekan kerja yang bekerja di atas atau di bawah Anda setiap saat. Jika Anda melihat ada hal yang tidak sesuai prosedur atau ketidaknormalan pada perancah, hentikan pekerjaan Anda dan laporkan pada atasan.
  8. Periksa seluruh komponen alat pelindung jatuh yang digunakan, mencakup harness (webbing, D-ring, buckle), lanyard, dan lifeline.
  9. Jangan membawa barang berlebih saat menaiki perancah
  10. Jangan menggunakan pengait silang (cross bracing) saat naik/ turun dari perancah
  11. Jangan bekerja di atas perancah saat cuaca buruk
  12. Jangan menyimpan bahan atau peralatan pada pagar pengaman.
  13. Jangan bekerja dekat jalur aliran listrik kecuali Anda terlatih dan berwenang melakukannya.

 

Poin Penting:

  1. Amankan semua bahan atau peralatan dari lantai kerja sebelum memindahkan perancah.
  2. Gunakan pengunci roda setiap saat bila perancah tidak sedang bergerak berpindah.
  3. Tidak ada seorang pun yang menaiki perancah saat sedang bergerak dipindahkan.
  4. Dilarang memasang, membongkar, atau meninggikan perancah kecuali mendapatkan izin dan diawasi oleh pengawas yang berwenang.
  5. Dilarang menggunakan perancah yang belum diberi scafftag hijau.

 

 

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
20 September 2018
SAFETY STORY: Waspada pada Bahaya Gempa
Untungnya, gempa ini memang bukan tergolong gempa besar yang dapat merobohkan tembok atau bangunan. Tidak ada kerusakan yang signifikan. Hanya saja, beberapa barang tampak terjatuh dari tempatnya.

13 September 2018
SAFETY STORY: Pertolongan Pertama yang Keliru
Mengoles luka bakar dengan pasta gigi bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh. Hal tersebut akan menghambat proses penyembuhan.

6 September 2018
SAFETY STORY: Gara-Gara Tidak Menerapkan 5S di Tempat Kerja
Tidak ada tempat khusus untuk menyimpan barang tertentu juga tidak pernah ada pengarahan soal ketertiban penempatan barang. Alhasil, semua karyawan menyimpan barang sesuka hati.

3 September 2018
Kurangi Kecelakaan di Jalan Raya, Pengendara Harus Paham Rambu Lalu Lintas
Dari lima negara dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi, Indonesia berada di urutan ke-4. Kurangnya perhatian kita tentang pentingnya keselamatan di jalan raya menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan

30 Agustus 2018
SAFETY STORY: Bercandalah pada Tempatnya
Dalam kadar tertentu, bercanda di tempat kerja memang baik untuk kesehatan mental karyawan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tidak pada tempatnya, bercanda bisa berakhir jadi bencana.