Aturan Keselamatan Menggunakan Tangga Portabel Sesuai Standar OSHA

23 April 2018

Kunci keselamatan penggunaan tangga adalah memilih tangga yang tepat, mengatur tangga agar tetap stabil saat digunakan dan mengikuti prosedur bekerja aman.

Sumber: metropolitanrisk.com

Di Amerika Serikat, setiap tahunnya kecelakaan yang melibatkan tangga portabel menyumbang sekitar 300 pekerja meninggal dunia, 30.000 pekerja mengalami cacat, dan 130.000 pekerja cedera ringan hingga fatal. Penyebab utama kecelakaan, di antaranya:

  • Kondisi tangga sudah rusak atau cacat
  • Posisi penempatan tangga kurang tepat
  • Tangga ditempatkan pada permukaan yang kotor, licin atau tidak rata
  • Pekerja tidak mematuhi prosedur keselamatan menggunakan tangga.

Potensi cedera akibat penggunaan tangga portabel memang terbilang tinggi terutama di sektor konstruksi, baik karena terjatuh dari tangga, tangga ambruk ataupun terpeleset saat menaiki anak tangga. Penggunaan tangga portabel ini sebetulnya dilakukan apabila alternatif lain seperti penggunaan perancah atau penggunaan elevating work platform tidak dapat dilakukan.

 

 

Aturan Keselamatan Menggunakan Tangga Sesuai Standar OSHA

Seperti kita ketahui, tangga portabel merupakan salah satu peralatan yang sering kali digunakan baik di rumah ataupun di tempat kerja. Jenis-jenis tangga portabel di antaranya straight ladder, extension ladder dan step ladder. Tangga portable biasanya terbuat dari bahan aluminium, baja, fiberglass dan kayu.

Sumber: fixfastusa.com

Penggunaan tangga portabel ini memang terlihat simpel, namun tetap saja ada beberapa aspek yang harus dicermati ketika bekerja menggunakan tangga untuk meminimalkan cedera akibat terjatuh atau terpeleset.

Untuk menghindari kecelakaan kerja saat menggunakan tangga portabel, simak tips keselamatan menggunakan tangga portabel berikut ini:

 

Sebelum menggunakan tangga:

  • Pilih tangga yang sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan dan cukup panjang sehingga Anda dapat bekerja dengan aman
  • Pastikan bahwa tangga cukup kuat sesuai dengan tujuannya, dengan memeriksa kembali kemampuan tangga menahan beban
  • Hindari menggunakan tangga yang terbuat dari logam bila ada kemungkinan bersinggungan dengan sumber listrik
  • Periksalah bagian-bagian yang kendur atau rusak pada anak tangga, injakannya, pegangan, penguat sekrup yang hilang, engsel, baut, mur dan perangkat keras lainnya. Jika Anda menemukan kerusakan pada tangga, laporkan kepada atasan dan pasang rambu bahwa tangga tidak dapat digunakan atau sedang diperbaiki
  • Jangan menggunakan tangga yang sudah cacat atau rusak
  • Pastikan semua kunci extension ladder sudah benar
  • Gunakan sepatu yang sesuai dan tidak licin. 

 

Saat menggunakan tangga:

Keselamatan menggunakan step ladder

  • Baca dan ikuti label atau tanda peringatan sebelum Anda naik dan melakukan aktivitas
  • Tempatkan tangga pada permukaan yang stabil, rata, bersih, tidak licin dan di area bebas dari gangguan lalu lintas kendaraan. Pastikan kaki tangga seimbang. Penempatan tangga yang tepat membantu mencegah Anda dari bahaya terpeleset dan jatuh.
  • Gunakan barikade pelindung/ guard untuk mencegah kemungkinan tertabrak. Kunci atau beri palang setiap pintu dekat tangga yang bila terbuka mengarah kepada Anda
  • Berdirikan tangga dengan perbandingan sudut 4:1, artinya jika tangga disandarkan pada dinding dengan tinggi 4 meter, maka jarak kaki tangga dengan dinding adalah 1 meter. Bisa juga berdirikan tangga dengan sudut 75° atau boleh kurang, asalkan terdapat penopang pada bagian bawah tangga.
  • Ujung tangga harus lebih tinggi sekitar 1 meter di atas lantai kerja
  • Jangan menggunakan tangga sebagai jembatan
  • Jangan meletakkan tangga pada kotak, tong atau benda lain yang tidak stabil untuk mendapatkan tinggi tambahan
  • Jangan memaksakan melakukan pekerjaan dengan posisi tangga yang jauh dari objek yang Anda kerjakan. Atur kembali posisi tangga lebih dekat dengan pekerjaan
  • Jangan memindahkan atau menggeser tangga sementara pekerja atau peralatan masih berada di tangga. 

 

Saat menaiki dan menuruni tangga:

  • Menghadaplah ke tangga saat naik atau turun
  • Gunakan metode 3 titik tumpu (3- points contact) saat naik ataupun turun tangga. 3 titik tumpu artinya 2 kaki berpijak dengan satu tangan berpegang pada anak tangga dan satu tangan bergerak menanggapi tangga atau 2 tangan berpegang pada anak tangga dengan satu kaki berpijak dan kaki lain bergerak menggapai tangga

 

  • Selalu berdiri menghadap tangga dengan tangan memegang anak tangga. Jangan bekerja di samping kiri atau kanan
  • Jangan berdiri atau menempatkan kaki lebih dari anak tangga ke tiga dari atas, ini memungkinkan tubuh masih menumpu di tangga setinggi pinggang
  • Jangan berdiri pada anak tangga paling atas saat menggunakan step ladder
  • Hindari kemungkinan tergelincir karena licin, periksa anak tangga dan sol sepatu Anda terhadap adanya bahan-bahan yang licin
  • Hindari membawa barang dengan beban berlebih saat menaiki/ menuruni tangga. Jika membawa peralatan, gunakan tas atau tools belt yang memudahkan saat naik-turun tangga
  • Gunakan alat pelindung jatuh saat memanjat apabila diperlukan
  • Jangan menaiki tangga dengan kapasitan beban melebihi batas maksimum yang ditentukan. Perhatikan nilai beban maksimum tangga, bobot Anda dan berat peralatan yang Anda bawa. 

 

Penting! Jika pekerjaan sudah selesai, lakukan Clean Up, pastikan tidak ada alat kerja yang tertinggal dan simpan tangga ke tempat semula.

 

 

Semoga Bermanfaat, Salam Safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
20 September 2018
SAFETY STORY: Waspada pada Bahaya Gempa
Untungnya, gempa ini memang bukan tergolong gempa besar yang dapat merobohkan tembok atau bangunan. Tidak ada kerusakan yang signifikan. Hanya saja, beberapa barang tampak terjatuh dari tempatnya.

13 September 2018
SAFETY STORY: Pertolongan Pertama yang Keliru
Mengoles luka bakar dengan pasta gigi bisa menutupi kulit dan menghambat cairan yang akan keluar dari dalam tubuh. Hal tersebut akan menghambat proses penyembuhan.

6 September 2018
SAFETY STORY: Gara-Gara Tidak Menerapkan 5S di Tempat Kerja
Tidak ada tempat khusus untuk menyimpan barang tertentu juga tidak pernah ada pengarahan soal ketertiban penempatan barang. Alhasil, semua karyawan menyimpan barang sesuka hati.

3 September 2018
Kurangi Kecelakaan di Jalan Raya, Pengendara Harus Paham Rambu Lalu Lintas
Dari lima negara dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi, Indonesia berada di urutan ke-4. Kurangnya perhatian kita tentang pentingnya keselamatan di jalan raya menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan

30 Agustus 2018
SAFETY STORY: Bercandalah pada Tempatnya
Dalam kadar tertentu, bercanda di tempat kerja memang baik untuk kesehatan mental karyawan. Namun, jika dilakukan secara berlebihan dan tidak pada tempatnya, bercanda bisa berakhir jadi bencana.