Penggunaan Fire Blanket, Ini 7 Hal Penting yang Tidak Boleh Anda Abaikan!

13 November 2017

Selimut pemadam api atau fire blanket digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal dan kebakaran yang sulit dipadamkan oleh air, misalnya api akibat minyak atau lemak dan korsleting listrik. Lantas, apakah semua fire blanket bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran akibat listrik? Apakah fire blanket memiliki batas waktu penggunaan? Bagaimana cara menggunakannya? Berikut penjelasannya!

Sumber: aliexpress.com

Kebakaran adalah suatu bencana yang waktu kejadiannya tidak dapat diduga (unpredictable). Sering kali, kejadian kebakaran yang melalap gedung bertingkat atau bangunan hingga memakan korban dan menimbulkan kerugian, rata-rata disebabkan:

  • Pada saat terjadi kebakaran, penghuni bangunan yang terbakar biasanya panik dan tidak tahu apa yang harus dilakukan
  • Umumnya tidak seluruh bangunan atau gedung dilengkapi sistem proteksi, baik aktif maupun pasif yang memadai, bahkan beberapa gedung tidak mampu menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) atau fire blanket untuk memadamkan api tahap awal.

Kedua hal inilah yang biasanya menjadi penyebab kegagalan pemadaman api pada tahap awal yang sebetulnya dapat mencegah potensi bahaya kebakaran sebelum api membesar dan menekan tingkat kerugian akibat kebakaran.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pengelola gedung atau pemilik bangunan untuk mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran. Mulai dari memberi informasi tentang tindakan penyelamatan diri saat terjadi kebakaran hingga melengkapi berbagai perlengkapan dan peralatan pemadam api, salah satunya fire blanket.

 

Fire blanket dapat menjadi perlengkapan pemadam kebakaran yang sangat efektif. Selain sering digunakan oleh pemadam kebakaran untuk menolong orang yang terjebak api dengan cara menutupi atau membungkusnya, fire blanket juga bisa digunakan untuk memadamkan api yang terkadang sulit dipadamkan oleh air, misalnya api akibat minyak dan korsleting listrik.

Apa itu fire blanket dan bagaimana cara kerjanya?

Fire blanket adalah lembaran bahan yang lentur dan mudah digunakan untuk memadamkan kebakaran pada tahap awal. Pada dasarnya, fire blanket terbuat dari bahan tahan api, seperti wol, serat kaca, serat aramid (Kevlar) dan lain-lain. Untuk meningkatkan keefektifan dalam memadamkan api, material dasar tersebut dilapisi bahan kimia berbasis pelarut air.

Meskipun bentuknya sederhana dan ringan (rata-rata beratnya di bawah 1 kg), alat yang bekerja dengan prinsip menghentikan oksigen pada titik api ini memiliki ketahanan panas sampai 700° Celcius. Untuk cara kerjanya, fire blanket akan memutus suplai udara atau oksigen dari titik api, di mana udara atau oksigen merupakan salah satu unsur dari segi tiga api, sehingga apabila suplai oksigen terhenti, maka nyala api akan padam pula secara otomatis.

Namun perlu diketahui, sebelum menggunakan fire blanket, penting bagi Anda untuk memastikan apakah fire blanket Anda memiliki ukuran yang cukup untuk menutupi seluruh pangkal api atau tidak.

Apakah fire blanket bisa digunakan untuk memadamkan api pada semua kelas kebakaran?

Tidak, fire blanket hanya mampu memadamkan api  pada kelas kebakaran:

  • A (Bahan padat), seperti kayu, kain, kertas, plastik dan lain-lain (penggunaan terbatas bergantung pada skala api kebakaran).
  • B (Bahan cairan mudah terbakar), seperti bensin, tiner, terpentin, dan lain-lain (penggunaan terbatas bergantung pada skala api kebakaran).
  • F (Bahan padat dan cair), seperti minyak untuk menggoreng, lemak, dan lain-lain.

Kapan waktu yang tepat menggunakan fire blanket?

Seperti halnya APAR, fire blanket dapat digunakan untuk penanganan pertama pada saat awal terjadinya kebakaran jika api kebakaran masih kecil dan ruangan tidak dipenuhi asap.

Namun bedanya, jika APAR dapat digunakan untuk memadamkan semua jenis api termasuk yang berasal dari gas mudah terbakar dan logam. Sedangkan fire blanket hanya dapat digunakan untuk memadamkan api yang berasal dari bahan padat (penggunaan terbatas), cairan mudah terbakar (penggunaan terbatas), dan minyak atau lemak. Meskipun ada beberapa fire blanket yang dapat digunakan untuk memadamkan api akibat listrik.

Apa fire blanket memiliki masa kedaluwarsa?

Sebetulnya fire blanket tidak memiliki masa kedaluwarsa, namun ada beberapa fire blanket yang memerlukan penggantian dan hanya sekali pakai. Beberapa produsen merekomendasikan untuk mengganti fire blanket setelah digunakan untuk memadamkan api. Tetapi ada juga fire blanket yang dapat digunakan berulang-ulang setelah digunakan untuk memadamkan api.

Apa saja tipe fire blanket?

Tipe fire blanket dapat Anda lihat dari ukurannya. Umumnya, fire blanket terdiri dari ukuran 1m x 1m, 1,2m x 1,2m, 1,2m x 1,8m, dan 1,8m x 1,8m. Untuk fire blanket ukuran paling kecil dapat digunakan jika terjadi kebakaran di dapur atau kebakaran kecil di area rumah atau apartemen. Untuk ukuran yang lebih besar dapat digunakan di organisasi kecil seperti kantor, hotel, restoran, dan lainnya, di mana skala api sedikit lebih besar.

Sumber: exelgard.com.au

Ada juga fire blanket dengan ukuran besar yang digunakan para profesional, yakni petugas pemadam kebakaran dan sejenisnya, untuk memadamkan api dengan skala lebih besar yang dapat mengancam jiwa dan/ atau menimbulkan kerugian, baik materi maupun nonmateri. 

Bagaimana cara menggunakan fire blanket yang benar dan aman?

Untuk meminimalisasi kesalahan dan mencegah cedera saat memadamkan api, ada beberapa tips penggunaan fire blanket yang harus Anda perhatikan:

  1. Lihat seberapa besar api kebakaran. Sebelum memutuskan menggunakan fire blanket, perhatikan terlebih dahulu seberapa besar api kebakaran. Fire blanket hanya diperuntukkan untuk api kecil atau api yang ukurannya tidak lebih besar dari jangkauan yang sanggup ditutupi fire blanket
  2. Pastikan tangan dan lengan Anda terlindungi dari bahaya api. Sebelum menggunakan fire blanket, setidaknya kenakan sarung tangan anti api atau bungkus tangan Anda dengan salah satu bagian pada fire blanket. Maka, sangat disarankan untuk menyimpan fire blanket dekat dengan sarung tangan anti api
  3. Tarik kedua pita pada fire blanket sampai keseluruhan fire blanket keluar dari tempat penyimpanannya
  4. Atur posisi Anda mendekati titik api dan posisikan fire blanket pada sisi lengan Anda. Pastikan posisi Anda sudah tepat dan tidak tertutup untuk melihat titik api
  5. Setelah merasa posisi Anda sudah tepat, segera tutup secara perlahan seluruh area yang terbakar dengan fire blanket
  6. Bila memungkinkan, segera matikan sumber panas, seperti mematikan arus listrik, mematikan kompor, oven, dan sebagainya
  7. Segera melangkah menjauh dari area terbakar dan biarkan fire blanket menutupi sumber api selama 30 menit lebih untuk membuat area tersebut aman dan membuat api tidak menyala kembali
  8. Selama menunggu proses pemadaman, Anda bisa menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk datang menolong apabila usaha pemadaman nantinya tidak berhasil
  9. Setelah melewati waktu yang cukup, angkat kembali selimut api Anda secara perlahan dan hati-hati. Posisikan diri Anda searah dengan arah angin (jangan melawan arah angin)
  10. Bila api sudah benar-benar padam, bersihkan fire blanket dan area yang sebelumnya terbakar.

Yang harus Anda ketahui mengenai penggunaan fire blanket:

  • Jika terjadi kebakaran kecil di dapur, fire blanket bisa lebih efektif memadamkan api daripada APAR. Praktis digunakan, fire blanket dapat digunakan dengan cepat dan tidak memerlukan air dalam proses pemadaman
  • Anda juga dapat menggunakan fire blanket untuk mematikan api yang membakar area tubuh seseorang dengan menutup atau membungkus area yang terbakar, lalu mengguling-gulingkannya korban di lantai. Hindari menutup area hidung dan mulut
  • Kebakaran yang disebabkan oleh minyak atau lemak akan sulit dan berbahaya bila dipadamkan dengan air dan fire blanket dapat memadamkan api lebih efisien.
  • Kebakaran akibat korsleting listrik atau dipicu oleh minyak atau lemak justru mengakibatkan korsleting semakin parah atau media minyak makin meluas apabila disiram oleh air sehingga menyebabkan titik-titik api lebih banyak.
  • Di kantor, fire blanket sangat berguna untuk memadamkan api kecil sebelum beberapa peralatan listrik menangkap percikan dan semburan api. Ini adalah cara terbaik untuk mencegah agar api tidak menyebar dan membesar.

Adakah hal-hal penting yang harus diperhatikan saat menggunakan fire blanket?

Berikut beberapa hal penting yang harus Anda perhatikan saat menggunakan fire blanket:

  • Pastikan Anda membaca petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan fire blanket. Beberapa fire blanket bisa digunakan kembali setelah memadamkan api dan beberapa tidak dapat digunakan berulang-ulang (hanya sekali pakai).
  • Fire blanket perlu dibiarkan dulu untuk proses pendinginan, jangan menyentuh fire blanket selama 30-60 menit setelah digunakan untuk memadamkan api.
  • Pastikan untuk tidak menggunakan fire blanket pada benda elektronik yang terbakar dan memiliki tegangan yang tinggi. Tidak semua fire blanket bisa digunakan untuk memadamkan api akibat korsleting listrik. Beberapa mungkin bisa memperburuk kebakaran. Jadi, pastikan Anda mengetahui apakah fire blanket yang Anda miliki dapat digunakan untuk memadamkan api akibat listrik atau tidak.
  • Saat menggunakan fire blanket untuk memadamkan api yang dipicu oleh minyak atau lemak, pastikan Anda benar-benar menutup api dengan fire blanket secara perlahan, bukan hanya melemparkannya ke atas api.

Adanya fire blanket ini akan melengkapi sistem proteksi kebakaran baik di rumah, apartemen, kantor, hotel, restoran, industri, bengkel, dll. yang bisa digunakan baik untuk pemadaman kebakaran maupun penyelamatan.

Semoga bermanfaat. Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id




Baca juga
20 November 2017
Sudahkah Anda Memakai Earplug dengan Benar?
Setiap pekerja harus memakai earplug dan/ atau earmuff jika kebisingan atau tingkat suara di tempat kerja melebihi 85 dB.

16 November 2017
SAFETY STORY: Alat Kerja Juga Bisa Berbahaya
Beberapa minggu bekerja di sini, Samsul bahkan sudah dua kali kena teguran petugas K3.

9 November 2017
SAFETY STORY: Maut Tak Kenal Jarak
Seperti seorang anak yang sedang mendapat wejangan berharga dari bapaknya, Gum manggut-manggut sambil sesekali menyeruput kopi yang masih mengepulkan asap tipis itu.

6 November 2017
Sering Dilakukan, Ternyata Posisi Duduk Kita Di Toilet Selama Ini Berbahaya Bagi Kesehatan!
Posisi yang disarankan adalah membentuk sudut 35 derajat, di mana posisi ini lebih banyak kita lakukan saat menggunakan toilet jongkok.

2 November 2017
Kebakaran Pabrik Kembang Api: Kelalaian Penerapan Prosedur Keselamatan Kerja Pengelasan
Percikan api yang mengenai bahan baku kembang api saat salah satu pekerja melakukan pengelasan disimpulkan menjadi penyebab terjadinya ledakan dan kebakaran.