Notifiable Incident: Apa yang Harus Dilakukan dan Siapa yang Bertanggung Jawab Melaporkan?

2 Juni 2016

Sebuah insiden baru saja terjadi di tempat kerja Anda, apa yang harus dilakukan? Siapa yang bertanggung jawab melaporkan insiden tersebut? Kapan harus melaporkan insiden?

Sumber: safetyblognews.com

Pertanyaan di atas kerap diajukan para pekerja baru yang biasanya mengalami kebingungan ketika dihadapkan dengan insiden yang terjadi di tempat kerja. Ketika terjadi insiden, seluruh pekerja yang berada di lokasi kejadian haruslah cepat tanggap dalam menghadapi situasi darurat. Pekerja wajib mengetahui prosedur darurat yang harus dilakukan bila berada di lokasi kejadian atau melihat kejadian secara langsung.

Pakar hukum di Australia, Michael Selinger menjelaskan, ada langkah-langkah penting yang harus segera dilakukan pekerja ketika terjadi insiden di tempat kerja, termasuk pelaporan insiden.

Apa itu notifiable incident?

Insiden adalah setiap kejadian tidak terduga yang dapat mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan cedera, penyakit akibat kerja (PAK), atau kerugian lainnya. Memang tidak semua insiden dapat mengakibatkan cedera atau PAK pada pekerja, namun tetap saja setiap insiden yang terjadi harus segera dilaporkan atau dikenal dengan istilah notifiable incident.

Sumber: healthandsafetyhandbook.com

Notifiable incident adalah jenis insiden yang harus segera dilaporkan karena bisa mengakibatkan cedera serius, penyakit, kematian pada pekerja, atau kejadian yang bisa menimbulkan tingkat bahaya tinggi. Kebanyakan orang sering menyebutnya dengan istilah near miss atau ‘nyaris celaka’.

Seseorang bisa dikatakan mengalami cedera serius atau penyakit serius jika mereka memerlukan:

  • Pengobatan sesegera mungkin hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.
  • Perawatan medis dalam waktu 48 jam akibat terkena paparan zat berbahaya.
  • Pengobatan darurat untuk cedera kepala serius, luka bakar, amputasi, cedera tulang belakang, atau laserasi serius (luka kulit yang cukup dalam sehingga memerlukan jahitan).

Insiden yang dikategorikan berbahaya, meliputi:

  • Tumpahan atau kebocoran bahan kimia berbahaya yang tidak terkendali
  • Ledakan atau kebakaran besar
  • Insiden yang berhubungan dengan kelistrikan
  • Kejadian berbahaya apapun terkait tower pembangkit listrik, termasuk potensi jatuh dari ketinggian.
  • Robohnya, terjadi gangguan, atau kerusakan pada pembangkit listrik atau sistem kelistrikan.
  • Runtuhnya sebagian atau keseluruhan struktur bangunan atau penggalian dalam kegiatan konstruksi dan pertambangan
  • Dan seluruh kejadian yang dapat mengakibatkan atau berpotensi mengakibatkan kecelakaan, near miss, atau mengganggu produktivitas kerja pada semua aktivitas di industri.

 

Pelaporan Insiden

Setiap perusahaan atau industri berkewajiban untuk melakukan mitigasi pada setiap insiden guna mencegah hal serupa terjadi. Jika insiden telah terjadi, terlebih jika terlanjur mengakibatkan cedera atau kerugian lainnya, insiden tersebut harus segera dilaporkan.

Sumber: worksafe.vic.gov.au

Siapa yang harus melaporkan insiden?

  • Insiden dilaporkan langsung oleh pekerja yang mengalami insiden (bila memungkinkan).
  • Insiden dilaporkan oleh rekan kerja yang melihat insiden secara langsung.
  • Insiden diketahui langsung oleh atasan
  • Insiden dilaporkan oleh personel K3LH.
  • Insiden dilaporkan pihak yang memberikan pertolongan atau pengobatan kepada pekerja yang mengalami insiden. Bisa petugas medis perusahaan atau tim P3K.

 

Michael Selinger, pengacara di Holding Redlich, Melbourne, Australia dan penulis Health & Safety Handbook mengatakan, ada tiga langkah penting yang harus dilakukan pekerja terkait notifiable incident, di antaranya:

1. Bila insiden mengakibatkan cedera pada pekerja

Selinger mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memberikan pertolongan pertama kepada korban. Pertolongan pertama pada kecelakaan akan menentukan apakah cedera yang dialami pekerja cukup serius atau tidak dan pengobatan apa yang dibutuhkan.

Petugas P3K-lah yang berwenang dalam hal ini. Meskipun pekerja (korban) mengaku ia merasa baik-baik saja setelah mengalami insiden, tetap saja petugas P3K yang terlatih berhak memberi penilaian atas kondisi pekerja tersebut.

2. Isolasi lokasi terjadinya insiden atau berpotensi terjadinya insiden

Selinger menyarankan bahwa terkadang, sebelum insiden terjadi, mungkin petugas darurat perlu mengisolasi area kerja yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan atau cedera. Langkah ini dimaksudkan untuk menghindari risiko terjadinya kecelakaan yang bisa mengakibatkan cedera, termasuk juga mengamankan lokasi insiden yang terlanjur mengakibatkan cedera pada pekerja.

Meski begitu, langkah ini tidak dapat diaplikasikan untuk semua potensi bahaya. Misalnya, tidak mungkin mengisolasi area kerja hingga benar-benar aman jika telah terjadi kebocoran gas berbahaya.

3. Laporkan insiden sesegera mungkin

Pekerja yang mengetahui adanya insiden harus melaporkannya kepada atasan. Laporkan insiden secara singkat dengan menyebutkan lokasi kejadian serta dan peristiwa terjadinya dengan jelas. Kemudian atasan yang bersangkutan melakukan verifikasi terhadap laporan tersebut dan melaporkannya secara tertulis kepada pengawas K3LH dalam kurun waktu tidak lebih dari 24 jam.

Secepatnya, petugas K3LH dan atasan yang berwenang akan ke lokasi kejadian untuk meneliti sebab-sebab insiden dan menentukan tindakan perbaikan agar hal serupa tidak terulang lagi.

Semoga Bermanfaat. Salam safety!

Sumber: www.SafetySign.co.id

BONUS! Contoh formulir pelaporan insiden/kecelakaan kerja. Download di sini (format PDF)




Baca juga
18 Oktober 2018
SAFETY STORY: Belajar Mencuci Tangan dengan Benar
Pertama, basuh tangan, tuangkan sabun, dan gosok telapak tangan sambil meratakan sabun ke seluruh permukaan tangan. Kedua, gosok bagian punggung tangan secara bergantian. Ketiga, gosok sela-sela jari.

11 Oktober 2018
Tidak Boleh Asal Pakai, Ini Cara Tepat Menggunakan Earmuff!
Dibanding earplug, earmuff dapat memberikan perlindungan lebih besar dan lebih konsisten. Dari segi penggunaan, earmuff lebih mudah digunakan dan disesuaikan, umumnya lebih tahan lama daripada earplug.

8 Oktober 2018
Bagaimana Cara Membuat Laporan Kecelakaan Kerja yang Benar? Ini 5 Langkah yang Tidak Boleh Diabaikan
Kecelakaan kerja baik kategori minor maupun mayor harus dicatat, dilaporkan dan dibuat laporannya untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki tindakan pencegahan kecelakaan terbaru dan risiko terjadinya kecelakaan serupa terulang kembali dapat diminimalkan.

4 Oktober 2018
SAFETY STORY: Hemat Energi untuk Bumi yang Lebih Baik
Menurut riset, gedung perkantoran termasuk salah satu pengonsumsi listrik terbesar

1 Oktober 2018
Kelelahan Ekstrem Akibat Kerja (Fatigue), Apa Efeknya Bagi Pekerja dan Bagaimana Cara Mengatasinya?
Hampir 40 persen pekerja di Amerika Serikat melaporkan bahwa mereka mengalami kelelahan akibat kerja, yang berdampak pada penurunan produktivitas, peningkatan kecelakaan kerja dan peningkatan angka absensi. – National Safety Council (NSC)